Nasional

Satu Keluarga di Jakarta Mati Kelaparan, Tetangga Cium Bau Busuk Dikira Bangkai Tikus

Tetangga korban, Roy (33), mengatakan sejak Jumat (4/11/2022) sudah mencium aroma busuk. Namun ia mengira itu berasal dari bangkai tikus.

Editor: olies
tribunnews.com
Petugas kepolisian melakukan olah TKP di lokasi penemuan empat mayat yang masih satu keluarga karena diduga kelaparan akibat tak makan selama tiga pekan. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Empat orang yang masih satu keluarga di Perumahan Citra Garden 1 Extension, Jakarta Barat, ditemukan mati dalam kondisi sudah mengering.  Diduga kuat kematian empat orang ini akibat kelaparan karena tak makan dalam kurun waktu tiga pekan. 

Empat orang yang ditemukan tewas kelaparan ini adalah pasangan suami dan istri berinisial RG (71) dan RM (68).  Serta anaknya DF (42) serta BG (68) adik ipar. Jasad empat orang itu kini berada di RS Polri Kramatjati.

Tetangga korban, Roy (33), mengatakan sejak Jumat (4/11/2022) sudah mencium aroma busuk di sekitarnya. Keluarganya pun juga mengalami hal yang sama. Namun mereka menduga bau busuk itu berasal dari bangkai tikus.

"Bau sepekan lalu sepintas aja, kirain tikus memang banyak tikus di sini. Lalu tiga hari kemudian kita cium-ciumin baunya. Tukang sampah juga nyari-nyariin. Nah, kemarin warga yang joging komplain, katanya baunya enggak wajar. Akhirnya RT dan warga sepakat buat bongkar rumah," kata Roy, dilansir dari Tribunnews.com, Jumat (11/11/2022).

Baca juga: Satu Keluarga di Jakarta Mati Mengering, Diduga Kelaparan, Tak Makan Tiga Pekan

Baca juga: Ekspor di Negara Maju Turun, Industri Furnitur Mulai Atur Strategi

Baca juga: Hasil Akhir Skor 3-3 Timnas U20 Indonesia Vs Baerum SK, Finishing Buruk Jadi PR Garuda Nusantara

Menurut Roy, ia telah bertetangga dengan korban sejak sekitar 20 tahun lalu. Roy dan keluarga korban memang termasuk penghuni paling awal di Perumahan Citra Garden 1.  Meski begitu, Roy mengaku sama sekali tidak mengenal keluarga tersebut. Bahkan ia mengaku juga tidak mengenal nama empat tetangganya itu.

"Namanya enggak tahu. Saya cuma kenal muka saja. Memang mereka sangat tertutup, jarang keluar, enggak pernah sosialisasi. Enggak pernah kelihatan pas kegiatan warga," ujarnya.

Roy dan karyawan restorannya mengaku hanya pernah melihat mobil yang keluar masuk rumah, dan sesekali penghuni yang berjalan kaki tanpa bertegur sapa.

"Dua atau tiga bulan lalu, karyawan restoran saya lihat dia pesan makanan online, ada yang datang. Habis itu enggak pernah lihat lagi. Karyawan perempuan juga sekali doang lihat ibunya pakai daster tiga bulan ini," ungkap Roy.

Sementara itu, sepekan sebelum peristiwa ini,  seorang petugas PLN pernah datang ke rumah keluarga itu. Kedatangan petugas PLN tersebut untuk mencabut aliran listrik di rumah tersebut.

Salah satu warga sekitar Utomo (57) menuturkan memang petugas PLN yang datang untuk memutus aliran listrik di rumah keluarga RG. Tapi, kata Utomo, petugas PLN yang datang mengecek listrik tak menyadari jika rumah tersebut ada penghuninya.

Petugas PLN yang memutus aliran listrik tak curiga sampai tak mencium bau busuk dari dalam rumah.

"Diputus oleh PLN, mungkin karena enggak pernah bayar," kata Utomo.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul 5 Fakta Mayat Satu Keluarga di Jakarta Barat Ditemukan Telah Mengering, Diduga Mati Kelaparan, https://www.tribunnews.com/metropolitan/2022/11/11/5-fakta-mayat-satu-keluarga-di-jakarta-barat-ditemukan-telah-mengering-diduga-mati-kelaparan?page=4.

Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved