Berita Pendidikan

Ini Pesan Ketua PGRI Jateng dan Rektor UPGRIS di Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka

Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) menjadi tuan rumah bagi 117 mahasiswa dari 35 perguruan tinggi di Indonesia.

Penulis: amanda rizqyana | Editor: rival al manaf
Dokumentasi Humas Universitas PGRI Semarang
Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) selaku tuan rumah bagi 117 mahasiswa dari 35 perguruan tinggi di Indonesia, dalam program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) 2022 angkatan ke-2 pada Jumat (11/11/2022) di Kampus IV UPGRIS Jalan Gajah Raya Gayamsari Kota Semarang.  

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) menjadi tuan rumah bagi 117 mahasiswa dari 35 perguruan tinggi di Indonesia, dalam program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) 2022 angkatan ke-2.

Adapun rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh UPGRIS ialah Bincang Budaya bertajuk Peran PGRI Provinsi Jawa Tengah dalam Meningkatkan Literasi Budaya Generasi Muda dalam rangka Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) Inbound 2 UPGRIS.

Kegiatan berlangsung pada Jumat (11/11/2022) di Kampus IV UPGRIS Jalan Gajah Raya Gayamsari Kota Semarang. 

Hadir sebagai narasumber Dr. Muhdi, S.H., M.Hum., selaku Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Jawa Tengah dan Dr.Sri Suciati, M.Hum., selaku Rektor UPGRIS yang dipandu moderator Dr. Wiyaka, M.Pd.

Dr. Muhdi menyampaikan jika Pendidikan merupakan salah satu kunci sebuah peradaban budaya yang kuat.

Sebagai negara yang memiliki ribuan pulau merupakan salah satu tantangan yang harus dihadapi bangsa Indonesia.

Pemerataan Pendidikan menjadi alat ukur agar kebudayaan nusantara menjadi lebih kuat sebagai generasi sukses maka menjadi penentu sukses.

"Negara membutuhkan sosok pribadi yang generasi bangsa yang mampu beradaptasi  dengan segala perubahan budaya,” ungkap Dr. Muhdi.

Ia pun berpesan agar generasi muda jangan puas dengan kenyataan untuk menemukan yang baru dan lebih.

"Jadilah pembelajar pancasila sebab salah satu kunci sukses sebuah literasi budaya. Manusia yang betul- betul bermanfaat yang bersumber dari dalam diri sendiri," pesan Dr. Muhdi.

PPM merupakan program dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbud Ristek) yang bertujuan meningkatkan wawasan kebangsaan, integritas, solidaritas dan wadah perekat kebangsaan antar mahasiswa se Indonesia, melalui pembelajaran antar budaya.

Selain itu juga untuk mengembangkan jiwa kepemimpinan dan softskill yang adaptif, terhadap berbagai latar belakang sehingga dapat meningkatkan jiwa nasionalisme antara mahasiswa.

Dr Suci menuturkan mahasiswa peserta PMM akan mengikuti sejumlah kegiatan yang ada dalam Modul Nusantara.

Modul Nusantara tersebut sekaligus sebagai ajang untuk memperkenalkan mahasiswa tentang keanekaragaman budaya Indonesia.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved