Berita Kudus

Aliran Sungai Pesantren Kudus Tersendat Gerus Bangunan Bengkel di Mijen Kudus

Sejumlah petugas dari berbagai instansi membersihkan tumpukan sampah yang mengunung di aliran Sungai Pesantren Desa Mijen

Rifqi Gozali
Sejumlah petugas tengah berusaha mengangkut sampah yang menumpuk di aliran Sungai Pesantren Desa Mijen, Kaliwungu, Kudus, Senin (14/11/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Sejumlah petugas dari berbagai instansi membersihkan tumpukan sampah yang mengunung di aliran Sungai Pesantren Desa Mijen, Kecamatan Kaliwungu, Kudus, Senin (14/11/2022).

Tumpukan sampah itu mengakibatkan aliran sungai terhambat, dan berisiko banjir saat debit air meningkat.

Pantauan di lokasi, tumpukan sampah itu lebih dari 2,5 meter dari dasar sungai. Sampah yang menumpuk karena terhambat oleh tiang jembatan itu benar-benar menutupi aliran sungai.

Umumnya sampah-sampah itu berupa sampah kayu maupun bambu. Selain itu ada juga sampah domestik, misalnya plastik, maupun stirofoam.

Bahkan di sana juga terdapat dua kasur yang ikut terjebak dalam tumpukan sampah.

Sementara di sebelah tumpukan sampah terdapat bangunan bengkel las yang tergerus tanahnya akibat terhantam aliran sungai.

Pemilik bengkel tersebut, Muhammad Fathurozi, mengatakan, bengkel peninggalan almarhum bapaknya mulai tergerus fondasinya sejak sebulan lalu. Awal mula gerusan hanya 4x1 meter.

Lambat laun seiring semakin bertambahnya tumpukan sampah akhirnya hantaman aliran sungai yang mengenai bangunan bengkelnya semakin memperparah gerusan.

"Ini kalau tidak salah sudah sekitar 6x8 meter tanah yang tergerus karwna aliran sungai," kata Fathurozi.

Dia berharap, gerusan tanah yang mengenai bengkelnya itu bisa segera diperbaiki oleh pihak yang bertanggung jawab atas sungai.

Kalau tidak segera dibangun, khawatirnya aliran sungai akan semakin memperparah gerusan yang terjadi di bengkelnya.

Koordinator Kelompok Lapamgan Wulan PSDA Seluna, Ngaderi, mengatakan, proses pengangkatan sampah yang kali ini dilakukan oleh sejumlah petugas dari berbagai instansi tersebut untuk meminimalisir risiko bencana banjir.

Sebab, beberapa hari lalu saat huan deras diikuti semakin meningkatknya debit aliran sungai, akhirnya aliran melimpas di jalan raya Kudus-Jepara tepatnya di Desa Mijen.

"Tumpukan ini terjadi sejak awal musim hujan. Terus menumpuk hingga akhirnya menutup aliran sungai," kata Ngaderi.

Proses pengangkatan sampah ini melibatkan petugas dari PSDA Seluna, Dinas PUPR, BPBD, dan dari perngkat desa setempat.

Ada satu truk yang digunakan untuk mengangkut sampah dari dasar sungai. Selain itu ada satu unit truk crane yang digunakan untuk mengangkat sampah berupa batang kayu besar dari dasar sungai.

Melihat kondisi Sungai Pesantren, Ngaderi mengatakan, belum ada rencana normalisasi, namun sudah diusulkan. Mekanisme normalisasi harus ada pengecakan lapangan dan penelusuran.

Kemudian menyikapi adanya bangunan bengkel yang tergerus akibat aliran sungai, dia berkata, seharusnya itu menjadi sempadan sungai. Bangunan tersebut menurutnya terlalu mepet dengan sungai yang seharusnya digunakan sebagai sempadan. (*)

Baca juga: Kondisi Ekonomi Keluarga yang Tewas di Kalideres Diungkap Kerabat, Ini Pekerjaan Mereka

Baca juga: Kota Semarang Jadi Salah Satu Pilot Projek Entaskan Stunting di Jateng, Ini Pesan Mbak Ita

Baca juga: Authenticity Podcast Naik Clas LIVE di Hard Rock Cafe Jakarta

Baca juga: Anggota DPRD Jateng, Asfirla Harisanto Berharap Rela Saba Dapat Bermanfaat Bagi Warga Banyumas

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved