Berita Kebumen

Bencana Tanah Longsor Masih Hantui Kabupaten Kebumen, Empat Kecamatan Terdampak

Sejak Sabtu (5/11) pekan lalu hingga Senin (14/11)  wilayah Kabupaten Kebumen dihantui bencana tanah longsor.

BPBD Kebumen
Kondisi jalan desa di Kecamatan Rowokele Kebumen yang rusak akibat terjadi tanah longsor pada Minggu (13/11) kemarin. 

TRIBUNJATENG.COM, KEBUMEN - Sejak Sabtu (5/11) pekan lalu hingga Senin (14/11)  wilayah Kabupaten Kebumen dihantui bencana tanah longsor.

Bencana tanah longsor itu diketahui terjadi di empat kecamatan yang disebabkan karena hujan deras yang mengguyur wilayah Kebumen saat itu.

Berdasarkan data dari BPBD Kebumen, empat Kecamatan yang terdampak bencana tanah longsor yakni Kecamatan Rowokele, Kecamatan Ayah, Kecamatan Buayan dan Kecamatan Bulupesantren.

Terbaru, longsor terjadi di Desa Giyanti Kecamatan Rowokele pada Minggu (13/11) kemarin.

Tanah longsor yang terjadi di Desa Giyanti terjadi karena talud atau pasangan batu pengaman jalan desa di Dukuh Lurakarsa ambrol.

"Dibawah Jalan yang longsor terdapat 5 rumah yang terdiri dari 6 KK dan 16 jiwa yang terancam terkena longsoran," kata Heri Humas BPBD Kebumen kepada Tribunjateng.com Senin (14/11/2022).

Kondisi warga yang rumahnya terancam longsor saat ini mengungsi di rumah tetangga dan saudara di sekitar lokasi.

Total warga yang mengungsi yaitu ada 11 jiwa dari 4 KK yang berada di 3 rumah, yang mana terdapat pengungsi lansia sebanyak 3 jiwa dan seorang balita.

Kemudian di Kecamatan Ayah total ada 11 desa yang terdampak bencana tanah longsor yakni desa Argopeni, Karangduwur, Pasir Srati, Banjarharjo, Jintung, Argosari, Kalipoh, Kalibangkang, Watukelir dan desa Tlagasari.

Apabila dilihat dari jumlah desa yang terdampak tentu Kecamatan Ayah ini menjadi Kecamatan yang paling terdampak dalam bencana tanah longsor kali ini.

Adapun kejadian tanah longsor di Kecamatan Ayah terjadi pada 5 November lalu, namun hingga hari ini ada 42 jiwa dari 13 KK yang masih mengungsi.

"Untuk Kecamatan Ayah ada 42 jiwa dari 13 KK yang saat ini masih mengungsi. Para pengungsi itu berasal dari 4 desa yaitu desa Argopeni, Srati, Karangduwur dan desa Argosari," jelas Heri.

Dikatakan Heri bahwa beberapa desa yang terdampak bencana tanah longsor saat ini dalam upaya penanganan baik dengan alat berat maupun kerja bakti warga sekitar.

Selain merusak rumah warga dan juga jalan penghubung, bencana tanah longsor juga merusak  bangunan warung dan juga perahu nelayan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved