Berita Semarang

Dari Januari Hingga Oktober 2022, Ada 391 Calon Jamaah Haji di Kota Semarang Batalkan Keberangkatan 

Dari Januari Hingga Oktober 2022, Ada 391 Calon Jamaah Haji di Kota Semarang yang Batalkan Keberangkatan 

Penulis: budi susanto | Editor: Catur waskito Edy
Istimewa
Suasana di ruang pendaftaran haji dan umroh Kementerian Agama (Kemenag) Kota Semarang pada Senin (14/11/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Data dari Kementerian Agama (Kemenag) Kota Semarang menyebut jumlah pendaftar haji di Kota Semarang dari Januari hingga Oktober 2022 mencapai 2502 calon jamaah haji

Namun dari jumlah tersebut, 391 calon jamaah haji di antaranya membatalkan keberangkatan ke tanah suci.

Penyebabnya, kata Kepala Seksi (Kasi) Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Kemenag Kota Semarang Mawardi berupa faktor usia, daftar tunggu, kesehatan dan kondisi ekonomi calon jamaah haji

"Selain ekonomi dan kesehatan, faktor usia calon jamaah haji dan waktu tunggu keberangkatan haji yang lama turut berpengaruh" katanya Senin (14/11/2022).

Akan tetapi, waktu tunggu haji yang lama menurut Mawardi tak bisa dijadikan sebagai patokan utama.

Calon jamaah haji, kata dia, pasti telah mempersiapkan dan mempertimbangkan secara matang waktu pendaftaran dan keberangkatan.

"Waktu tunggu tidak bisa dijadikan satu patokan tetap," imbuhnya.

Ia menjelaskan, waktu tunggu keberangkatan haji di Kota Semarang mengikuti kuota normal yang tersedia.

"Semarang mengikuti waktu tunggu kuota provinsi. Kalau normalnya, waktu tunggu bisa mencapai 31-32 tahun. Namun juga bisa kurang. Kita fluktuatif," jelasnya.

Mengenai pengajuan pembatalan, menurutnya bisa dilakukan setiap saat. Namun, pihaknya membutuhkan waktu sekitar satu bulan untuk proses pembatalan kursi. 

"Kita membutuhkan waktu paling lama satu bulan untuk pembatalan kursi keberangkatan," ujarnya.

Ia pun menyayangkan mengenai paket ibadah umroh yang membuat calon jamaah haji mengundurkan diri untuk mengikuti haji.

"Kita selalu mengimbau ibadah haji adalah kewajiban. Jika sudah daftar, baiknya agar tak membatalkan," imbuhnya.

Dia meyakini, calon jamaah haji yang melakukan pembatalan keberangkatan mempunyai alasan dan pertimbangan masing-masing. 

"Pasti alasannya berbeda-beda," tegasnya. (*)

Baca juga: Super Komputer Prediksi Timnas Prancis Juara Piala Dunia 2022, Patahkan Kutukan Juara Bertahan

Baca juga: Dukung G20, Imigrasi Pemalang Layani Second Home Visa

Baca juga: Sejumlah Siswa MI di Banyumas Diduga Keracunan Usai Konsumsi Permen Jenis Lolipop Ini

Baca juga: Messi dan Neymar Tak Ingin Lagi Main di Piala Dunia, Bagaimana dengan Ronaldo?

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved