Berita Blora

Warga Binaan Rutan Kelas IIB Blora Dapat Pelatihan Keterampilan Las Listrik

Warga binaan Rutan Kelas IIB Blora mendapatkan pelatihan keterampilan las listrik. 

Penulis: ahmad mustakim | Editor: sujarwo
Dok. Humas Rutan IIB Blora
Warga binaan pemasyarakatan (WBP) mengikuti pelatihan mengelas listrik di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Blora. 

TRIBUNMURIA.COM, BLORA – Warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Blora mendapatkan pelatihan keterampilan las listrik. 

Program ini merupakan kerja sama antara Rutan II B Blora dengan Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Kabupaten Blora. 

Kepala Rutan Kelas IIB Blora, Tri Joko mengatakan bahwa, keterampilan ini bertujuan supaya dapat meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

"Tujuan diberikannya pelatihan keterampilan Las Listrik ini, kelak WBP setelah selesai menjalani pidana, maka keterampilan yang didapat dan sudah dipraktekkan, nantinya bisa bermanfaat bagi individu, keluarga, serta masyarakat luas," ucap Tri Joko, Senin (14/11/2022). 

Pihaknya berharap warga binaan pemasyarakatan (WBP) bisa diterima usai kembali di tengah-tengah masyarakat untuk menjalani kehidupan normal. 

Selain itu, Tri Joko berterima kasih kepada BLK Blora yang bersinergi memberikan pembinaan pelatihan ketrampilan mengelas kepada WBP.

Warga binaan pemasyarakatan (WBP) mengikuti pelatihan mengelas listrik di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Blora.
Warga binaan pemasyarakatan (WBP) mengikuti pelatihan mengelas listrik di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Blora. (Dok. Humas Rutan IIB Blora)

“Ke depan saya harapkan bisa diagendakan kembali untuk mendapatkan program pembinaan kemandirian di dalam Rutan Blora," harap Tri Joko. 

Totok Erwanto, salah satu warga binaan mengaku pelatihan mengelas ini sudah berjalan 11 hari yang targetnya selesai 25 hari.

“Dalam ilmu mengelas ini, merupakan teknik dasar ilmu pengelasan yang diberikan instruktur selama 25 hari,” terang Totok Erwanto. 

Untuk perlengkapan pelatihan mengelas yang diberikan BLK, lanjutnya, para peserta mendapatkan beberapa atribut antara lain, peralatan lengkap mengelas, baju seragam dan alat safety (alat keamanan kerja).

"Pelatihan ini saya dan teman-teman yang ada di Rutan merasa senang dan bersyukur. Yang dari awalnya nggak bisa sekarang jadi bisa. Dari pelatihan ini kita dapat pengalaman dan sekaligus ilmu,” ungkap Totok Erwanto. 

Nanti setelah keluar dari Rutan, Totok Erwanto berkeinginan bisa bekerja mandiri, yaitu dengan mendirikan usaha mengelas secara berdikari.

“Saya ingin membuka bengkel las sendiri dan bisa menciptakan lapangan pekerjaan bagi teman-teman yang sudah bebas dari hukuman. Supaya kita semua bisa berbuat baik serta bermanfaat untuk masyarakat,” harap Totok Erwanto. 

Sementara itu, Huda, instruktur mengelas sekaligus pengusaha bengkel Las di wilayah Desa Menden mengaku ditunjuk oleh BLK untuk melatih para warga binaan pemasyarakatan yang ada di rutan Blora selama 25 hari.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved