Berita Kudus

DPRD Kudus Ajak Semua Lapisan Masyarakat Mitigasi Bencana

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kudus mengingatkan kepada pemerintah daerah (Pemda) setempat untuk menggencarkan normalisasi sungai-sungai.

Penulis: Abduh Imanulhaq | Editor: galih permadi
IST
Kondisi Sungai Pesantren Desa Mijen, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus dipenuhi sampah sebelum dikeruk, baru-baru ini. 

Dewan Harap Normalisasi Sungai Digencarkan

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kudus mengingatkan kepada pemerintah daerah (Pemda) setempat untuk menggencarkan normalisasi sungai-sungai.

Hal itu perlu dilakukan mengingat intensitas hujan terus meningkat memasuki musim penghujan, bertujuan untuk meminimalisir potensi terjadinya bencana banjir.

Kondisi Sungai Pesantren Desa Mijen, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus dipenuhi sampah sebelum dikeruk, baru-baru ini.
Kondisi Sungai Pesantren Desa Mijen, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus dipenuhi sampah sebelum dikeruk, baru-baru ini. (IST)

 

Fraksi Gerindra pada DPRD Kudus menyebutkan, musim penghujan 2022-2023 harus disikapi oleh pemerintah daerah. Karena berpotensi terjadinya bencana banjir, hingga tanah longsor yang berdampak pada masyarakat. 
 
Oleh sebab itu, Fraksi Gerindra meminta kepada Pemerintah Kabupaten Kudus agar segera melakukan normalisasi sungai-sungai yang mengalami pendangkalan.

Seperti contoh, kawasan aliran Sungai Piji di Desa Tenggeles-Hadiwarno-Kesambi Kecamatan mejobo, kawasan aliran Sungai Nglorok terletak di Desa Blimbing Kidul, Kecamatan Kaliwungu.

Selain itu juga diharapkan memantau pegunungan yang gundul untuk segera dilakukan reboisasi agar dapat meminimalisir terjadinya bencana tanah longsor. 
 
Fraksi Gerindra mengajak seluruh jajaran aparatur pemerintahan dan warga Kabupaten Kudus, supaya lebih waspada dalam menghadapi cuaca ekstrem, utamanya sepanjang November 2022 - Januari 2023 mendatang.

Masyarakat diminta bersikap antisipatif dan proaktif dalam menyiapkan diri menghadapi kemungkinan terjadinya bencana alam.
 
Sementara itu, Fraksi Amanat Nasional Hanura Demokrat meminta agar Pemerintah Kabupaten Kudus melalui dinas terkait menggarap serius terkait permasalahan sampah. 
 
Selain untuk menyiapkan kabupaten yang lebih bersih dan sehat, penanganan sampah yang baik dapat meminimalisir terjadinya bencana banjir.
 
Ketua Komisi C DPRD Kudus, Rochim Sutopo berharap, pemerintah daerah bersama masyarakat melakukan mitigasi bencana sedini mungkin.

Dengan cara menyiapkan segala kebutuhan dan perlengkapan, utamanya bagi warga yang tinggal di dekat bantaran sungai dan perbukitan. 
 
Dia mendorong masyarakat agar segera mungkin menyampaikan hal-hal yang dibutuhkan kepada dewan perwakilan rakyat, baik dalam rangka pencegahan bencana alam maupun kebutuhan-kebutuhan di sektor lainnya.
 
"Pencegahan terjadinya bencana di musim penghujan ini menjadi perhatian bersama, baik pemerintah maupun masyarakatnya," terangnya, Senin (14/11/2022).
 
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPKPLH) Kudus, Abdul Halil menegaskan, masyarakat harus lebih peka untuk tidak membuang sampah sembarangan di sungai, karena memicu terjadinya banjir sewaktu-waktu ketika intensitas hujan meningkat. 
 
Kata dia, persoalan sampah tidak hanya menjadi kewajiban pemerintah saja, namun menjadi tanggungjawab masyarakat juga dalam menjaga lingkungannya.

Artinya, masyarakat harus berpartisipasi dengan membersihkan lingkungan dari sampah-sampah.
 
"Jangan membuang sampah di sembarang tempat, apalagi di sungai. Kita semua ingin Kudus bersih dan aman dari bahaya banjir," terangnya. 
 
Halil menyebut, pihaknya akan terus melakukan pengawasan terhadap masyarakat Kudus terkait kebersihan lingkungan dari sampah.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved