Berita Boyolali

Harlah ke-59 Pondok Pesantren Al Huda Boyolali Dihadiri Rais ‘Aam PBNU

Ponpes Al Huda Doglo Boyolali asuhan KH Habib Ihsanuddin gelar berbagai acara.

Penulis: Hanes Walda Mufti U | Editor: sujarwo
Istimewa
Rais Aam PBNU KH. Miftachul Akhyar saat berdakwah di depan peserta Harlah ke-59 di Pondok Pesantren Al Huda Dohlo Boyolali, Senin (14/11/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Dalam rangka mensyukuri miladnya ke-59, Pondok Pesantren Al Huda Doglo Boyolali asuhan KH Habib Ihsanuddin mengadakan beberapa rangkaian acara.

Rangkaian acara dimulai pada 11 - 13 November 2022, diantaranya Tahlil kubro untuk mendoakan para guru dan tokoh-tokoh yang telah berjasa kepada pondok, wisuda pembelajaran nahwu metode Ibtida'i dan metode Al Miftah, pembagian 1000 paket sembako kepada masyarakat, jalan sehat bersama Kapolres Boyolali AKBP Asep Mauludin dan Dandim Boyolali Letkol Arm Ronald F Siwabessy, Majelis Sholawat bersama Habib Ali bin Yahya Al Habsy, seni budaya tari Rodad, Silaturahmi Nasional Alumi dan di tutup dengan Pengajian Akbar bersama Rais Aam PBNU KH. Miftachul Akhyar.

Selain para alumni dan wali santri, turut hadir beberapa Kiai dan tokoh, diantaranya Katib 'Aam PBNU KH. Sa'id Asrori, Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah KH. Ubaidillah Shodaqoh, Ketua Tanfidziyah PW NU Jawa Tengah KH. Muzammil, KH. Zubaduzzaman Pengasuh PP Al Ishlah Kediri, Bupati Boyolali H. Said Hidayat, Stafsus Menteri Agama H. Wibowo Prasetyo, Kakanwil Kemenag Jawa Tengah H. Musta'in Ahmad SH. MH, Seluruh Ketua PC NU Se-Soloraya, Ketua GP Ansor Se-Soloraya, para tokoh agama lain dan beberapa pejabat dan tokoh lainnya.

Pengasuh Pondok Al Huda, Habib Ihsanuddin mengatakan bahwa pondok pesantren adalah benteng terakhir Ahlusunnah Wal Jamaa’ah.

“Oleh karena itu tugas kita semua adalah berusaha mempersiapkan kader-kader Ahlusunnah wal jamaah,” kata Habib Ihsanuddin saat melakukan siaran pers kepada Tribunjateng.com, Senin (14/11/2022).

Rais Aam PBNU KH. Miftachul Akhyar saat berdakwah di depan peserta Harlah ke-59 di Pondok Pesantren Al Huda Dohlo Boyolali, Senin (14/11/2022).
Rais Aam PBNU KH. Miftachul Akhyar saat berdakwah di depan peserta Harlah ke-59 di Pondok Pesantren Al Huda Dohlo Boyolali, Senin (14/11/2022). (Istimewa)

Habib Ihsanuddin mengungkapkan rasa syukur yangmendalam dan juga berterimakasih kepada semua pihak yang telah membantu Pondok Pesantren dari awal hingga saat ini.

“59 Tahun ini masa yang panjang, 59 tahun yang lalu saya pulang dari pondok tidak ada apa-apa. Jangankan gedung, papan tulis dan tidak ada kapur saja tidak punya. Saya mengajar dengan kardus bekas sebagai papan tulis dan arang sebagai kapurnya,”

“Alhamdulillah berkah pertolongan Allah, bimbingan Alm KH. Thoha Mu'id guru saya, support dari Istri saya dan anak-anak saya, khidmah para guru dan bantuan dari segenap, Al Huda bisa berkembang hingga seperti ini, Alhamdulillah,” ungkapnya.

Katib Aam PBNU, Said Arori menambahkan bahwa lembaga pendidikan pesantren merupakan metode pendidikan khas Nusantara yang sudah teruji keberhasilan pendidikannya.

“Adapun pendidikan pesantren minimalnya mempunyai tiga hal yang menjadi prasyarat pesantren yakni adanya kiai atau pengasuh yang mengajarkan ilmu, adanya santri sebagai anak asuh yang menempuh pendidikan dipesantren dan adanya ilmu atau kitab yang diajarkan,” kata Said Arori.

“Maka kalau ada pesantren, bahkan membangun gedung yang megah tetapi tidak ada Kiainya, atau tidak ada santrinya (yang mukim) dan apalagi  tidak pembelajaran kitab didalamnya maka sejatinya bukanlah pesantren,” imbuhnya.

Selain itu, Rais 'Aam PBNU, Miftachul Akhyar menjelaskan takdir manusia menjadu Kholifatullah gil ardi itu bukan sesuatu yang kebetulan.

“Maka tugas manusia sebagai makhluk yang diberi mandat memimpin dibumi harus bisa menciptakan kemakmuran dan kesejahteraan serta keadilan menjadi pemakmur bumi tentunya harus memiliki berberapa prasyaratan diantaranya memiliki kecerdasan, baik itu kecerdasan spiritual maupun kecerdasan intelektual serta kemampuan berinovasi,” kata Miftachul Akhyar.

“Nah disinilah pesantren  yang mempunyai karakter sebagai wadah pencetak generasi yang memiliki kemampuan spiritual dan intelektual serta kemampuan berinovasi agar adaptif dengan kebutuhan jaman,” tambahnya.

Ketua Panitia Harlah ke 59, Ahmad Sofyan Maulid mengaku rangkaian kegiatan Harlah ke-59 ini adalah ke syukuran bersama, oleh karena ini banyak pihak terlibat dalam pelaksanaannya.

Seluruh santri, alumni dan masyarakat dukuh Doglo dan sekitarnya bekerja sama menyukseskan acara ini. 

Mulai dari konsumsi, persiapan acara, keamanan, hingga parkir semuanya terlibat dengan baik.

“Kami sangat berterima kasih kepada segenap santri, dewan guru, alumni, para sahabat Satkorcab Banser Boyolali dan Pagar Nusa Boyolali serta para pemimpin dan warga masyarakat Dukuh Doglo dan sekitarnya. Ini benar-benar  kerjasama yang luar biasa. Sehingga semua rangkaian acara ini berjalan dengan baik dan sukses,” kata Ahmad Sofyan Maulid. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved