It telkom purwokerto

Tim Viregra IT Telkom Purwokerto Lolos 10 Besar Kompetisi Metaverse Ditjen Dikti

Prestasi membanggakan berhasil ditorehkan oleh mahasiswa IT Telkom Purwokerto, yang berhasil lolos 10 besar dalam kompetisi Metaverse Ditjen Dikti.

Penulis: Abduh Imanulhaq | Editor: galih permadi
IST
mahasiswa IT Telkom Purwokerto, yang berhasil lolos 10 besar dalam kompetisi Metaverse Ditjen Dikti. Metaverse merupakan lomba pembuatan produk berbasis teknologi metaverse untuk mahasiswa yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. 

TRIBUNJATENG.COM - Prestasi membanggakan berhasil ditorehkan oleh mahasiswa IT Telkom Purwokerto, yang berhasil lolos 10 besar dalam kompetisi Metaverse Ditjen Dikti.

Metaverse merupakan lomba pembuatan produk berbasis teknologi metaverse untuk mahasiswa yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian.

IT Telkom Purwokerto mengirimkan Tim Viregra yang beranggotakan Rangga Cahyo Mukti Laksana, Bernardus Tegar Hermawan, Sofyan Bagus Juniar, dan Muhammad Junaedi dengan dibimbing oleh dosen Agi Prasetyadi, S.T., M.Eng.

Tim Viregra membuat inovasi simulasi pembelajaran anak tuna grahita (orang-orang dengan kemampuan intelektual dan kognitif yang berada di bawah rata-rata dibandingkan orang pada umumnya) berbasis VR (Virtual Reality).

Viregra yang merupakan kependekan dari Virtual Reality Grahita, adalah game yang dapat membantu siswa-siswi tuna grahita dalam meningkatkan daya kognitif, keberanian dan fokus dalam belajar.

Viregra sendiri berasal dari serapan Bahasa Sansekerta “Virendra” yang berarti berani.

Pemberian nama Viregra diharapkan setelah memainkan game ini, anak-anak berkebutuhan khusus menjadi lebih berani dan tidak malu dalam belajar serta berkehidupan sosial.

Saat ditanya motivasi ikut kompetisi Metaverse, Bernard yang merupakan Ketua tim menjelaskan bahwa dirinya bersama tim ingin mengenalkan produk inovasi ciptaaan mahasiswa IT Telkom Purwokerto.

“Ingin mengenalkan produk inovasi mahasiswa utamanya ya, sekaligus cari pengalaman buat mengembangkan produk selanjutnya” jelas Ben.

Benefit lain yang mereka dapatkan juga ada sebuah laptop dan materi seminar yang sangat bermanfaat.

Ben dan tim telah melewati beberapa tahapan sejak mengikuti kompetisi Metaverse, mulai dari pengumpulan karya pada 16 Oktober 2022 serta penjurian pada 17-19 Oktober 2022.

Setelah dinyatakan lolos dalam 10 besar, mereka berangkat ke Yogyakarta untuk mengikuti presentasi final di Hotel Sheraton Mustika pada 29 – 30 Oktober lalu.

“Banyak pembelajaran yang bisa diambil dari mengikuti perlombaan metaverse ini. Semoga bisa mengembangkan produk lebih bagus lagi” ungkap Bernard.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved