Kota Semarang

Tingkat Pengganguran di Kota Semarang Tinggi, Begini Langkah Mbak Ita

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kota Semarang mengalami kenaikan periode 2019 hingga 2021.

Penulis: budi susanto | Editor: rival al manaf
Istimewa
Plt Wali Kota Semarang Hevearita G Rahayu saat ditemui Tribunjateng.com di Balai Kota Semarang, Selasa (15/11/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kota Semarang mengalami kenaikan periode 2019 hingga 2021.

Data dari BPS Provinsi Jateng, TPT di Kota Semarang pada 2019 di angka 4,50 persen. Angka tersebut naik pada 2020 menjadi 9,57 persen.

Meski TPT Kota Semarang turun pada 2021 menjadi 9,54 persen, namun Kota Semarang masuk dalam empat daerah dengan TPT tinggi di Jateng.

Di mana Kabupaten Cilacap dan Tegal menempati posisi pertama TPT tertinggi di Jateng dengan angka 9,97 persen.

Sementara TPT di Kabupaten Brebes mencapai 9,78 persen dan Kota Semarang 9,54 persen.

Pemkot Semarang pun mencoba mencari solusi untuk menekankan angka TPT yang ada.

Tak ingin tinggal diam, Plt Wali Kota Semarang Hevearita G Rahayu minta Disnaker untuk jemput bola.

Dengan layanan tersebut masyarakat bisa mengetahui adanya lowongan pekerjaan.

Bahkan Plt Wali Kota Semarang yang akrab disapa Mbak Ita berharap layanan Disnaker ada di setiap kelurahan.

"Banyak masyarakat kebingungan mencari pekerjaan. Hal itu karena tidak ada informasi yang sampai ke tingkat paling dasar," katanya di Balai Kota Semarang, Selasa (15/11/2022).

Jika informasi terkait lowongan pekerjaan mudah diakses masyarakat, Mbak Ita berujar masyarakat Yeng tengah mencari pekerjaan akan terbantu.

Untuk itu kami minta Disnaker agar memberikan informasi terkait lowongan pekerjaan di setiap kelurahan.

Penyerapan tenaga kerja juga bisa lebih optimal jika informasi lowongan pekerjaan bisa diakses masyarakat secara mudah.

"Tujuan akhirnya angka TPT bisa turun serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ucapnya.

Tak berhenti disitu, Mbak Ita juga menuturkan semua OPD harus bisa berkolaborasi mengentaskan kemiskinan.

Pasalnya TPT dan kemiskinan tak bisa dipisahkan lantaran berhubungan erat.

Angka kemiskinan dan pengangguran menyebabkan tingginya angka stunting di Kota Semarang.

"Hal tersebut harus dientaskan, kalau hanya satu dinas saya rasa berat. Jadi dibutuhkan peran semua pihak untuk menekan angka TPT dan kemiskinan," tambahnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved