Berita Jepara

RSI Sultan Hadlirin Dirundung Konflik, Ketua DPRD Jepara Temui Karyawan

RSI Sultan Hadlirin di Kabupaten Jepara, mengalami konflik kepengurusan yayasan.

Penulis: Muhammad Yunan Setiawan | Editor: sujarwo
TRIBUNMURIA/YUNANSETIAWAN
Ketua DPRD Jepara Haizul Maarif atau Gus Haiz saat merespons keluh kesah karyawan Rumah sakit Islam (RSI) Sultan Hadlirin atas permasalan yang pengurus yayasan, Selasa (15/11/2022). 

TRIBUNMURIA.COM, JEPARA - Rumah Sakit Islam (RSI) Sultan Hadlirin di Kabupaten Jepara, mengalami konflik kepengurusan yayasan.

Ketua Pengurus Yayasan RSl  Sultan Hadlirin 2022-2027 Mashudi memberhentikan Direktur RSI Sultan Hadlirin dr. Waluyo Sudarso. Gunawan menganggal pemberhentian yang terkesan mendadak dan tanpa alasan yang jelas. Dia menolak pemberhentian itu.

Tak hanya itu saja, 360 karyawan RSI juga menolak pemberhentian Gunawan.

Masalah bertambah runyam, ketika RSI tidak bisa melakukan dengan tiga mitra bank:BNI, BSI, Bank Jateng. Hal ini karena pengurus baru yayasan menyurati tiga bank tersebut. Imbasnya, RSI tidak bisa melakukan transaksi.

Atas permasalahan ini, sejumlah karyawan mengadu ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jepara.

Merespons aduan ini, tiga pimpinan DPRD mendatangi RSI Sultan Hadlirin, Selasa (15/11/2022).

Ketua DPRD Haizul Maarif, Wakil Ketua DPRD Pratikno, dan Wakil Ketua DPRD Juniarso mendengar keluh kesah karyawan yang terdiri dari perawat, petugas parkir, dan dokter.

Secara umum, mereka menyampaikan kepada jajaran wakil rakyat ihwal kekhawatiran atas konflik ini.  Mereka juga mengakui RSI di bawah kepemimpinan Gunawan mengalami kemajuan.

Mereka tidak ingin konflik ini berujung pada pelayanan kepada masyarakat terganggu.

Ketua DPRD Haizul Maarif mengungkapkan pihaknya akan mengkaji dan mendorong pihak-pihak terkait mencari solusi terbaik.

Dia meminta kepada karyawan untuk tetap fokus memberikan layanan kepada masyarakat dan jangan sampai terganggu atas permasalahan ini.

Pria yang akrab disapa Gus Haiz itu menganggap permasalan paling mendesak adalah pemblokidan keuangan bank. Hal ini membuat RSI tidak bisa mencairkan uang dan bisa berimbas pada pelayanan terganggu.

Gus Haiz menyatakan pihaknya akan melalukan sejumlah langkah sesuai dengan kewenangan sebagai legislatif.

"Kami akan berikan saran rekomendasi kepada bupati dan pihak terkait," ujarnya.

Dia berharap dua pihak bisa menemui solusi usai mediasi dengan Penjabat (Pj) Bupati Jepara. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved