Berita Semarang

Unnes Berikan Pendidikan Multikultural Kepada Siswa SMA N 2 Semarang

Tim pengabdian masyarakat Fakultas Ilmu Sosial Unnes mendatangi SMA N 2 Semarang.

Penulis: faisal affan | Editor: sujarwo
Dokumentasi
Tim pengabdian masyarakat Unnes bersama dengan siswa kelas XII IPS SMA N 2 Semarang, mengadakan kegiatan mastering class dengan tema pendidikan multikultural. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Berawal dari keberagaman budaya di Kota Semarang, tim pengabdian masyarakat Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang mendatangi SMA N 2 Semarang.

Kedatangan tim pengabdian masyarakat ini untuk menyelenggarakan mastering class dengan tema Multicultural Education.

Salah satu anggota tim pengabdian masyarakat, Fulia Aji Gustaman, mengatakan keanekaragaman merupakan hal yang tidak bisa dihindari, dan hal tersebut menjadi suatu keunikan tersendiri.

"Cara menjaga integrasi persatuan bangsa yaitu melalui rasa saling menghargai dan toleransi antar sesama. Adanya keanekaragaman yang ada, mulai dari suku, latar belakang, budaya, bahasa, dan lain sebagainya dapat memicu terjadinya konflik. Sehingga perlu solusi yang tepat dan berkelanjutan dalam menangani permasalahan tersebut," terang pria yang juga dosen Pendidikan Sosiologi dan Antropologi ini.


Pihaknya melanjutkan, solusi yang bisa diterapkan yakni dengan melakukan pendidikan multikultural. Pendidikan ini merupakan sebuah modal dengan menawarkan konsep persamaan, menghargai serta menghormati pluralitas, dan heterogenitas, dan dapat menghargai keanekaragaman yang ada.

"Pendidikan multikultural ini juga sebagai bentuk strategi konservasi sosial bagi para pelajar dengan beraneka ragam budaya di Kota Semarang melalui nilai-nilai dalam pendidikan multikultural," bebernya.

Di akhir sesi mastering class, para siswa di kelas XII IPS dibagi menjadi delapan kelompok, dengan masing-masing kelompok terdiri dari 3-4 orang siswa.

"Masing-masing kelompok diberikan satu artikel studi kasus yang berbeda dan diberikan lembar jawaban analisis dari studi kasus tersebut. Masing-masing kelompok kemudian saling berdiskusi dengan anggota kelompoknya dengan durasi waktu 5 - 7 menit," jelasnya.

Di akhir waktu terdapat beberapa perwakilan kelompok yang presentasi di depan untuk menjelaskan terkait hasil dari apa yang didiskusikan.

"Kami berharap dengan pendidikan multikultural ini bisa memberikan pemahaman kepada siswa terkait multikulturalisme. Selain itu, bisa menumbuhkan ide untuk membentuk delegasi komunitas multikulturalisme di tiap sekolah.

Di akhir sesi kegiatan, tim pengabdian memberikan reward kepada pelajar dengan cara menyanyikan lagu nasionalisme dan beberapa penugasan yang sebelumnya telah diberikan. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved