Breaking News:

Berita Kudus

36 Siswa SD Widya Kirana Kudus Berlatih Coversation Bahasa Asing di Pusat Perbelanjaan

Sebuah pendidikan bisa dikembangkan dan disulap jadi lebih kreatif di alam terbuka.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: sujarwo
TRIBUNJATENG/SAIFUL MA'SUM
Siswa Sekolah Dasar (SD) Widya Kirana By Oakbridge Kudus berlatih conversation Bahasa Inggris di pusat perbelanjaan, Jumat (18/11/2022). 

TRIBUNMURIA.COM, KUDUS - Mengenal pendidikan tidak hanya terpaku dilakukan di dalam kelas saja.

Sebuah pendidikan bisa dikembangkan dan disulap menjadi lebih kreatif di alam terbuka melalui inovasi metode ajar dari para tenaga pendidiknya.

Skema tersebut coba dilakukan oleh para tenaga pendidik Sekolah Dasar (SD) Widya Kirana By Oakbridge Kudus kepada para pelajarnya.

Sebanyak 36 siswa dari jenjang kelas 1-6 dilatih coversation bahasa asing di pusat perbelanjaan (swalayan) melalui program 'simulation shoaping conversation', Jumat (18/11/2022).

Mereka dilatih mengaplikasikan Bahasa Inggris sebagai bahasa komunikasi sehari-hari untuk bekal kehidupan selanjutnya.

Kepala SD Widya Kirana By Oakbridge Kudus, Priscilla mengatakan, kegiatan kali ini difokuskan untuk melatih kemampuan komunikasi anak dengan menggunakan bahasa asing. 

Pihaknya mengambil tempat pusat perbelanjaan agar siswa bisa menerapkan metode pembelajaran sambil berbelanja. 

"Yang ditekankan untuk anak-anak soal pengucapan. Mereka sehari-hari di sekolah sudah menggunakan Bahasa Inggris, sudah simulasi juga, dan kini waktunya mengaplikasikannya di dunia luar," terangnya. 

Di SD Widya Kirana By Oakbridge Kudus, lanjut Priscilla, siswa dididik dengan menggunakan blanded curriculum. Yaitu perpaduan dari curriculum cambridge, kurikulum 2013 (K13), dan merdeka belajar yang bekerjasama dengan Oakbridge Malaysia sejak 2020.

Dia berharap, penerapan metode belajar ini bisa mengasah siswa lebih mandiri dan berani berkomunikasi dengan bahasa asing di depan umum. Mereka juga perlahan dikenalkan dengan dunia luar agar ke depannya bisa menambah bekal wawasan. 

"Sekolah kami juga sudah berijin di Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kudus. Jadi sekolah nasional plus, lulusannya mendapatkan dua ijazah, dari pendidikan Indonesia dan Malaysia," tuturnya. 

Kepala Toko Supermarket Superindo Kudus, Novelya Dorris Velocyta menyambut baik kedatangan siswa SD ke tempatnya.

Kata dia, kunjungan ini merupakan kedua kalinya yang diterima dalam rangka memfasilitasi kebutuhan pendidikan di Kabupaten Kudus.

"Kami terbuka siapa saja yang ingin berkunjung, sebagai sarana untuk mendukung pendidikan. Kami senang bisa ikut serta terlibat dalam proses pendidikan anak-anak di Kabupaten Kudus. Sebelumnya dari TK, hari ini dari SD. Besok lagi semoga semakin banyak," harapnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved