Berita Internasional

Kronologi Tragedi Kelam Malaysia Airlines MH17 Jatuh 298 Orang Tewas, Ditembak Rudal Buatan Rusia

Rudal itu ditembakkan dari sebuah lokasi di Ukraina timur pada 2014, menewaskan 298 orang di dalamnya, sebagaimana dilansir VOA

Editor: muslimah
via Sripoku
Ilustrasi pesawat Malaysia MH17 yang ditembak rudal milik Rusia. 

TRIBUNJATENG.COM – Tragedi jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17 tahun 2014 dikenang dalam sejarah sebagai peristiwa kelam.

Ratusan orang menjadi korban.

Terkini, pengadilan Belanda mengonfirmasi bahwa pesawat Malaysia Airlines MH17 ditembak jatuh oleh rudal buatan Rusia

Dunia pun meminta Rusia tak melindungi pihak yang bersalah.

Baca juga: Istri Rudy Salam Ungkap Sang Aktor Depresi Selama 7 Tahun Sebelum Meninggal Dunia

Baca juga: Kondisi Terkini US Pria Bogor yang Hidup Lagi, Sudah Keluar dari Rumas Sakit dan Menghilang

Pengadilan Belanda menyampaikan hal tersebut dalam persidangan keempat jatuhnya Malaysia Airlines MH17 pada Kamis (17/11/2022).

Rudal itu ditembakkan dari sebuah lokasi di Ukraina timur pada 2014, menewaskan 298 orang di dalamnya, sebagaimana dilansir VOA.

“Pengadilan berpendapat bahwa MH17 dijatuhkan oleh tembakan rudal BUK dari ladang pertanian dekat Pervomaisk, menewaskan seluruh 283 penumpang dan 15 awak pesawat,” ungkap Hakim Ketua Hendrik Steenhuis.

Tragedi yang menimpa pesawat Malaysia Airlines MH17 merenggut 298 nyawa warga sipil di dalamnya, dan merupakan salah satu tragedi penerbangan terbesar dalam sejarah.

Dilansir The New York Times, berikut kronologi sebelum tragedi Malaysia Airlines MH17 hingga pengadilan Belanda mengonfirmasi rudal buatan Rusia-lah yang menjatuhkannya.

Awal 2014

Februari 2014, Presiden Ukraina Viktor F Yanukovych yang pro-Rusia berhasil digulingkan setelah serangkaian demonstrasi besar yang berujung pada revolusi.

Setelah Yanukovych digulingkan, dibentuklah pemerintah sementara yang mengumumkan ingin melepaskan diri dari pengaruh Rusia dan merangkul Barat.

Ukraina kemudian menandatangani perjanjian perdagangan dengan Uni Eropa (UE) yang dipandang sebagai langkah pertama menuju keanggotaan UE.

Kremlin merespons dengan menganeksasi semenanjung Crimea di Ukraina. Mesranya Ukraina dengan Barat turut memicu pemberontakan di dua wilayah Ukraina timur, Donetsk dan Luhansk.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved