Jumat, 24 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Makan Siang Bareng Tim Koalisi Perubahan, Anies Tunjukkan Soliditas

pertemuan itu dalam rangka menunjukkan solidaritasnya bersama Partai Nasdem, Partai Demokrat, dan PKS.

Editor: Vito
Tribunnews.com/Mario Christian Sumampow
Anies Baswedan bergandeng tangan bersama sejumlah anggota partai Koalisi Perubahan, usai makan siang bersama di di Rumah Makan Padang Pagi Sore, kawasan Saharjo, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (11/18/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Bakal calon presiden (capres) yang diusung Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Anies Baswedan, menggelar pertemuan sekaligus makan siang bersama anggota partai politik yang tergabung dalam tim Koalisi Perubahan.

Makan siang Anies bersama Tim Koalisi Perubahan berlangsung di Rumah Makan Padang Pagi Sore di kawasan Saharjo, Tebet, Jakarta Selatan. Anies bersama beberapa tokoh partai menikmati jamuan nasi padang.

Pertemuan kecil itu dihadir beberapa tokoh partai seperti Sekjen Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya, Ketua DPP Demokrat Willy Aditya, dan Mahkamah Partai Nasdem Saur Hutabarat.

Kemudian Wakil Ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohamad Sohibul Imam, Juru Bicara PKS Pipin Sopian, Ketua DPP PAN Widdi Aswindi, dan Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said.

Anies mengatakan, pertemuan itu dalam rangka menunjukkan solidaritasnya bersama Partai Nasdem, Partai Demokrat, dan PKS.

"Kami ngobrol santai sebetulnya teman-teman. Ini cerminan soliditas dan kebersamaan kami, lebih banyak bertemu tanpa kelihatan kamera," ujarnya, usai menikmati santap siangnya.

Ia menegaskan, pertemuan itu rutin dilakukan, hanya saja tidak selalu mereka tampilkan ke publik. Hanya sesekali saja, termasuk satu di antaranya ialah pertemuan makan siang kemarin.

"Selalu rutin ketemuan. Kami ngirim pesan bahwa keutuhan tidak selamanya harus ditunjukkan. Sesekali ditunjukkan, nah ini ditunjukkan, dan ini untuk saling percaya, misi yang sama, untuk perubahan dan perbaikan," ujar eks Gubernur DKI itu.

Adapun, hingga kini Anies mengaku belum menentukan figur calon wakil presiden (cawapres) untuk mendampinginya di pemilihan presiden (pilpres) 2024.

Menurutnya, sejak pemilu demokratis berlangsung pada 2004, penentuan cawapres tidak dilakukan jauh sebelum pilpres berlangsung.

“(Pilpres) sudah berjalan 18 tahun ya, selama periode itu, bicara tentang pasangan (capres-cawapres) tidak ditentukan 1,5 tahun sebelumnya kan. Selalu ketika menjelang waktunya baru (ditentukan-Red),” ujarnya.

Mendekati akhir

Anies kemudian mengungkapkan dua alasan pasangan calon (paslon) capres-cawapres selalu ditentukan mendekati pendaftaran akhir pilpres. Pertama, posisi berbagai parpol dalam koalisi sudah solid.

“Kedua, kita tahu siapa saja yang berpotensi menjadi kompetitor. Dari situ kemudian ketemu kombinasi pasangan yang tepat,” jelasnya.

Dalam pandangannya, saat ini belum ada paslon capres-cawapres yang resmi bakal mengikuti kontestasi elektoral mendatang. Oleh karenanya, Anies merasa pembahasan figur cawapres terlalu dini dilakukan saat ini.

“Tidak selalu menunggu sampai final, tapi paling tidak gambarannya ada. Hari ini gambarannya belum ada sama sekali,” tuturnya.

Seperti diketahui, Nasdem tengah berupaya membentuk koalisi bersama Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Demokrat. Namun, koalisi tersebut belum terbentuk hingga saat ini.

Meski begitu, Ketua DPP Partai Nasdem Willy Aditya menegaskan tak ada keretakan di antara ketiga parpol.

Tertundanya pembentukan koalisi yang semula diusulkan bakal dideklarasikan pada 10 November 2022, diakibatkan PKS dan Demokrat masih perlu melakukan konsolidasi internal.

Namun, Willy mengungkapkan, ketiga parpol telah sepakat memberi nama koalisi, yaitu Koalisi Perubahan.

Satu hal yang belum disepakati tiga partai adalah terkait dengan cawapres yang akan diusunbg untuk mendampingi Anies.

PKS mengusulkan agar Anies Baswedan ditemani mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher), sedangkan Demokrat terus mendorong Anies berpasangan dengan Ketua Umumnya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Sementara itu, Nasdem mengusulkan agar cawapres Anies berasal dari luar calon partai koalisi. Namun, Nasdem membebaskan Anies untuk mentukan sendiri cawapresnya. (Tribunnews/Mario Christian Sumampow/Kompas.com/Tatang Guritno)

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved