Berita Viral

Pria Viral Mati Hidup Lagi Menyerahkan Diri ke Polisi, Besaran Utang yang Menjeratnya Terungkap

Urip Saputra, pria yang viral mati lalu hidup kembali akhirnya menyerahkan diri ke Polres Bogor.

Editor: rival al manaf
Instagram
Viral Pria Bogor Hidup Lagi Setelah Dinyatakan Meninggal di Semarang, Sudah Masuk dalam Peti 

TRIBUNJATENG.COM, BOGOR - Urip Saputra, pria yang viral mati lalu hidup kembali akhirnya menyerahkan diri ke Polres Bogor.

Besaran utang yang menjeratnya hingga terbersit untuk merekayasa kematian kini terungkap.

Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin menyebut Urip membuat skenario kematiannya secara rapih dengan mempersiapkan segala sesuatunya agar kematian dipercaya.

Baca juga: Kawasan Kumuh di Wonosobo Ini Disulap Jadi Lingkungan Sehat, Simak Potretnya

Baca juga: Pikat Ratusan Penonton, Pagelaran Seni Barongan Kolosal Semarakkan Rangkaian Hari Jadi Blora Ke 273

Baca juga: Keteguhan Suroso Hansip Semarang, Tolak Rp 2,5 Juta dari DPR Meski Gaji Rp 500 Ribu Per 3 Bulan

"Dari mulai awal, memesan ambulans, memesan peti jenazah, sampai dengan termasuk nanti skenario ketika sudah sepi di rumahnya baru yang bersangkutan akan keluar dari peti tersebut, itu sudah disiapkan oleh saudara US (Urip)," kata Iman kepada wartawan, Sabtu (19/11/2022).

Iman menyebut berdasarkan pengakuan Urip, dia mempersiapkan skenario kematiannya setelah terlilit utang yang banyak.

"(Membuat skenario) Di Jakarta, mulai dari punya ide tersebut, setelah US pulang dari kegiatan di Semarang, kemudian tidak langsung pulang ke Bogor, menginap terlebih dahulu di Jakarta karena memikirkan tadi kewajibannya, kemudian terpikirkan jalan pintas tersebut," ungkapnya.

Urip, kata Iman, ingin membuat identitas baru setelah skenario soal kematiannya berhasil dibuat.

"Setelah sepi rumahnya, yang bersangkutan keluar dari peti jenazah tersebut, dan menghilang karena dianggap sudah mati. Tinggal nanti hidup lagi dengan identitas baru," jelasnya.

Dalam aksinya, sang istri berinisial Y sebenarnya sudah mengingatkan atas apa yang direncanakan Urip tersebut.

Namun, istri akhirnya membantu rencana Urip.

"Iya istrinya terpaksa mengikuti itu, karena menurut Keterangan saudara US istrinya sempat mengingatkan juga bahwa perbuatannya itu bisa berdampak atau menimbulkan kehebohan atau kegaduhan," jelasnya.

Urip kepada polisi mengaku melakukan rekayasa kematiannya karena memiliki utang di tempat dia bekerja.

Iman mengatakan total utang Urip kepada kantornya sebanyak Rp1,5 miliar. Atas hal itu, Urip malu sehingga terlintas dipikirannya untuk membuat rekayasa kematiannya.

"Karena yang bersangkutan merasa malu, dengan jabatannya atau dengan posisinya di organisasi, sehingga yang bersangkutan mengambil langkah pendek dengan berpura-pura mengalami kematian tersebut," jelasnya.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved