Berita Nasional

Jika Terlanjur Terjebak Pinjol Ilegal, OJK Imbau Tak Usah Dilunasi

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 3 Jateng dan DIY, Aman Santosa mengimbau masyarakat untuk terus waspada terhadap pinjaman online (pinjol)

Editor: m nur huda
tribunnews.com
Hampir 100 karyawan pinjol ilegal di Jakarta diringkus polisi setempat. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 3 Jateng dan DIY, Aman Santosa mengimbau masyarakat untuk terus waspada terhadap pinjaman online (pinjol) ilegal.

Hal itu melihat masih maraknya penipuan pinjol yang terjadi di masyarakat.

"Paling penting adalah mengedukasi masyarakat, selalu pakai yang legal, berpikir logis. Kemudian kalau pinjam, sesuai kebutuhan, dan harus hitung pinjamnya berapa, sehingga bisa menghitung kemampuan bayarnya," katanya, menanggapi adanya kasus ratusan mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) terjerat pinjol, baru-baru ini.

Menurut dia, masyarakat harus jeli terhadap berizin atau tidaknya perusahaan penyelenggara fintech yang akan digunakan layanannya tersebut. Apabila masyarakat sudah terlanjur terjebak, ia meminta agar masyarakat tak menghiraukan tagihan-tagihan pinjol ilegal yang merugikan itu.

"Kami mengikuti apa yang ditegaskan pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Indonesia, Pak Mahfud MD. Yaitu bagi yang terjebak pinjol ilegal, sudah, tidak usah dilunasi. Nanti misal dikejar terus, laporkan polisi," tandasnya.

Aman menuturkan, pemberi layanan yang baik dan legal boleh menagih asalkan dengan cara yang baik.

"Jadi boleh saja mereka menagih, tetapi harus dengan cara baik. Misal saja pinjam ke BPR, dibicarakan baik-baik dengan pemberi pinjaman, sehingga saling membutuhkan. Sepanjang ilegal, boleh tidak bayar," tegasnya.

Ia berujar, OJK siap memediasi kasus-kasus yang terjadi di masyarakat apabila memang tidak sepakat. "Tapi, harapan kami yang menyelesaikan pihak bank atau IJK sendiri, karena mereka yang memberi pinjaman," ujarnya.

Sebagai upaya agar mahasiswa memiliki tingkat literasi keuangan yang baik dan tidak terjebak pinjol, Aman menyatakan, pihaknya aktif mendatangi kampus-kampus. Sementara untuk masyarakat lebih luas, pihaknya melakukan edukasi hingga tingkat desa.

"Paling banyak, mereka (mahasiswa) yang datang ke sini. Kami edukasi dengan fasilitas ruangan luas dan LCD, itu selalu kita lakukan. Jangan harap sekali edukasi selesai. Edukasi harus terus menerus. Kami juga memiliki program untuk menjangkau masyarakat Jateng secara lebih masif hingga level kelurahan dan kecamatan," jelasnya.

Seperti diketahui, ratusan mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) terlilit kasus pinjol. Kerugian akibat pinjol itu mencapai miliaran rupiah.

Tersangka berinisial SA (29), diduga melakukan penipuan dan penggelapan berkedok investasi terhadap 317 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 116 orang merupakan mahasiswa IPB.

Polres Bogor menyebut total kerugian korban mencapai Rp 2,3 miliar. Masing-masing korban investasi bodong itu mengalami nominal kerugian beragam, mulai dari Rp 2 juta hingga Rp 20 juta.

Membayar utang

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved