Berita Banyumas

Siswa SMA Tewas Tenggelam di Kolam Renang Tirta Kembar Purwokerto, Diduga Karena Tidak Bisa Berenang

DYP (16) warga Kelurahan Teluk, Kecamatan Purwokerto Selatan tenggelam saat berenang di Kolam Renang Tirta Kembar Purwokerto

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: muslimah
Polsek Purwokerto Utara
Polisi saat melakukan olah TKP peristiwa siswa tenggelam DYP (16) warga Kelurahan Teluk, Kecamatan Purwokerto Selatan tenggelam saat berenang di Kolam Renang Tirta Kembar Purwokerto, Minggu (20/11/2022) pagi. 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - DYP (16) warga Kelurahan Teluk, Kecamatan Purwokerto Selatan tenggelam saat berenang di Kolam Renang Tirta Kembar Purwokerto, Minggu (20/11/2022) pagi.

Korban adalah seorang siswa SMA di Purwokerto.

Kapolsek Purwokerto Utara, Kompol Sudigdo Mamboro mengatakan kejadian itu terjadi Minggu (20/11/2022) sekira pukul 09.15 WIB.

Adapun penyebab korban tenggelam diduga karena tidak bisa berenang. 

Baca juga: Cerita Bharada E Ketakutan Terus Diikuti Ferdy Sambo, Pesan ke Keluarga Agar Jangan Dicari Lagi

Baca juga: Hasil Akhir Skor 1-0 Inggris Vs Iran Piala Dunia 2022, Ini Prediksi Pundit Chris Sutton

Siswa tersebut berenang bersama temannya di kolam renang Tirta Kembar Purwokerto yang kedalamannya 250 centimeter.

Setelah ganti baju, kemudian mereka masuk ke kolam renang yang kedalaman 250 centimeter lalu pindah ke kolam yang ke kedalaman 150 centimeter.

"Karena ada yang sedang les renang kemudian geser lagi yang kedalaman 120 centimeter setelah itu berenang dari pinggir kepinggir kolam.

Lalu korban DYP (16) mengajak temannya DWT (16) pindah lagi ke kolam yang kedalamannya 250 centimeter.

Kemudian bareng-bareng berenang dari tepi timur ke barat, dan saat di tengah DWT tidak kuat, lalu menepi di kedalaman 120 centimeter," katanya kepada Tribunbanyumas.com.

Namun, saat keluar dari kolam renang DWT tidak melihat korban DYP.

DWT baru menyadari ternyata korban DYP sudah tenggelam di dasar kolam.

"Ternyata korban sudah tenggelam di dasar kolam, setelah itu DWT minta tolong dan temannya yang lain yaitu ITH (23) menolong korban, lalu diangkat ke lantai dan melakukan pertolongan pertama setelah itu di bawa ke RS Elisabet," jelasnya.  

Dokter jaga RS Elisabeth, Dr Ifan saat kejadian menyampaikan dari hasil pemeriksaan korban telah kehabisan oksigen. 

Berdasarkan hasil pemeriksaannya korban kehabisan oksigen.

Saat datang ke IGD sudah MD, denyut jantung sudah berhenti, nafas sudah berhenti, reflek batang otak sudah berhenti.

Tidak ditemukan luka di bagian luar kemudian dinyatakan sudah meninggal dunia. (jti) 

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved