Berita Kudus

Bangkitkan UMKM, Kecamatan Jati Gelar Pasar Rakyat Empat Hari

Pasar rakyat digelar di lapangan Tumpangkrasak, Kecamatan Jati, Kudus selama empat hari sejak Senin-Kamis (21-24/11/2022).

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: m nur huda
Tribun Jateng/Rifqi Gozali
Bupati Kudus, HM Hartopo, saat meninjau pelaku UMKM dalam pasar rakyat di lapangan Tumpangkrasak, Kecamatan Jati, Kudus, Senin (21/11/2022) malam. 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Pasar rakyat digelar di lapangan Tumpangkrasak, Kecamatan Jati, Kudus selama empat hari sejak Senin-Kamis (21-24/11/2022).

Pasar rakyat ini merupakan bagian dari upaya membangkitkan ekonomi setelah beberapa tahun terakhir dihantam pandemi Covid-19.

Pasar rakyat yang diselenggarakan di Lapangan Desa Tumpangkrasak tersebut cukup meriah. Pantauan di lokasi pada Senin (21/11/2022) malam, warga memadati area pasar rakyat yang dikemas dalam tema 'Jati Night Market'.

Ada 15 stan yang digunakan untuk menjual produk UMKM  dari masing-masing desa dalam pasar rakyat tersebut. Selain itu, ada juga stan tambahan yang dihuni oleh para pelaku UMKM. Tidak lupa, untuk memeriahkan pasar rakyat ada juga wahana bermain dan panggung hiburan yang tersedia di arena pasar rakyat.

Salah seorang pelaku UMKM yang mencari peruntungan dalam pasar rakyat tersebut yakni Abdul Rohim. Lelaki pemilik usaha Muna Collection tersebut menyambut baik pasar rakyat yang digelar selama empat hari ke depan. Pasalnya sejak pandemi Covid-19 melanda Kudus, para pelaku UMKM sangat terpukul.

"Pasar rakyat ini untuk memeriahkan, cukup bagus dan puas," kata Rohim.

Dalam pasar rakyat tersebut Rohim menyewa dua stan. Dia menempati stan yang berbayar.

Per stan dalam sehari ditarif Rp 50 ribu. Alhasil dalam empat hari dua harus membayar Rp 400 ribu.

Sedangkan stan gratis disediakan untuk masing-maisng desa yang ada di Kecamatan Jati untuk menjual produk UMKM unggulannya.

"Buka stannya sore, semoga ramai," katanya.

Camat Jati, Fiza Akbar, mengatakan, dalam gelaran kali ini didanai oleh pemerintah kabupaten dari dana insentif daerah (DID) yang didapatkan Kudus dari pemerintah pusat setelah Kudus berhasil mengendalikan inflasi. Total DID yang diterima Kudus yakni sebesar Rp 10,4 miliar.

Uang sebanyak itu bakal digunakan untuk menggelar pasar rakyat  dan pasar murah di masing-masing kecamatan.

Khusus untuk Kecamatan Jati, kucuran dana untuk menggelar pasar rakyat yang didapat dari pemerintah kabupaten bersumber dari DID yakni sebesar Rp 100 juta.

"Dan ini semua (untuk pelaku UMKM) gratis, semoga bisa meningkatkan perekonomian di Kudus," kata Fiza.

Fiza menjelaskan, khusus untuk stan yang diperuntukkan bagi produk UMKM unggulan dari masing-masing desa di Kecamatan Jati gratis. Ada pula stan lain yang berbayar jumlahnya lebih dari 10 stan.

Bupati Kudus, HM Hartopo, mengatakan, pasar rakyat ini dari awal merupakan gagasannya. Dia ingin UMKM di Kudus harus bangkit setelah dikoyak pandemi Covid-19.

Untuk itu, masing-masing kecamatan harus menggelar pasar rakyat. Selain itu, pihaknya juga ingin di setiap kecamatan digelar pasar murah. Ada dana stimulus yang pihaknya kucurkan untuk itu dari DID.

"Silakan masing-masing kecamatan menggelar pasar rakyat, bisa juga menggandeng pihak swasta melalui CSR (corporate social responsibility)," kata dia.(*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved