Berita Pati

Bocah 12 Tahun di Pati Dicabuli Dalam Gudang Tahu saat Hendak Antar Tugas Sekolah

Seorang bocah perempuan berusia 13 tahun di Kecamatan Wedarijaksa, Kabupaten Pati, menjadi korban pemerkosaan. Pelaku diduga merupakan tetangga korban

Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: m nur huda
Tribunwow
Ilustrasi pencabulan - Seorang bocah perempuan berusia 12 tahun di Kecamatan Wedarijaksa, Kabupaten Pati, menjadi korban pemerkosaan. Pelaku diduga merupakan tetangga korban sendiri. 

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Seorang bocah perempuan berusia 12 tahun di Kecamatan Wedarijaksa, Kabupaten Pati, menjadi korban pemerkosaan. Pelaku diduga merupakan tetangga korban sendiri.

Peristiwa rudapaksa itu terjadi saat korban hendak mengumpulkan tugas ke rumah guru. Saat korban sedang berjalan, tiba-tiba pelaku menariknya dan kemudian mencabulinya di dalam sebuah gudang.

Menurut penuturan pihak keluarga korban, pemerkosaan terjadi dua kali, yakni pada April dan Juni 2022.

Kasus tersebut telah dilaporkan ke Polresta Pati, pada Juni lalu, dan pihak kepolisian hingga kini masih melakukan proses penyelidikan.

Senin (21/11) kemarin, kakak korban dengan didampingi tim kuasa hukum dari Lembaga Studi dan Bantuan Hukum (LSBH) Teratai mendatangi Satuan Reskrim Polresta Pati untuk menanyakan perkembangan penyidikan.

Kakak korban mengatakan, pemerkosaan yang menimpa adiknya kali pertama terjadi, pada April lalu. Akan tetapi, korban tidak berani bercerita pada keluarga.

"Namun sikapnya (korban) berubah. Jadi sering murung, pendiam, kadang nangis sendiri. Saya coba tanya, tapi dia tidak berani cerita. Sebelumnya dia anak yang selalu ceria, percaya diri, dan mandiri. Tiba-tiba berubah. Kalau ada acara seperti yasinan, sudah nggak pernah mau berangkat," kata kakak korban.

Dia menceritakan, peristiwa rudapaksa kali kedua terjadi, pada 26 Juni 2022. Saat itu korban pamit kepada keluarga untuk mengantar tugas sekolah ke rumah guru. Namun, hingga sore korban tak kunjung pulang.

Oleh karena khawatir, keluarga korban kemudian bertanya ke beberapa teman korban. Namun, teman korban tidak ada yang tahu.

"Akhirnya gurunya WA saya, sekitar pukul 21.00. Kemudian dia (korban) kami jemput," ujar dia.

Keesokan paginya, saat hendak membangunkan korban, kakak korban melihat ada bekas kecupan atau cupang di leher korban.

"Saat saya tanya, dia langsung nangis. Kemudian dia berkata bahwa telah diperkosa orang. Dia bilang kejadiannya saat perjalanan mengantar tugas ke rumah guru itu," tutur kakak korban.

"Saya menanyakan siapa pelakunya. Tapi dia tidak mengetahui namanya (pelaku), hanya mengetahui wajah orang tersebut. Dia mengaku diperkosa di gudang tahu," terang dia.

Setelah itu, kakak korban mencari foto terduga pelaku di media sosial dan memperlihatkannya pada korban.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved