Berita Jepara

Desa Kunir Ditetapkan Kampung Siaga Bencana Pertama di Jepara

Desa Kunir, Kecamatan Keling ditetapkan sebagai kampung siaga bencana (KSB) pertama di Kabupaten Jepara.

Editor: olies
istimewa
Kapoksi Komisi VIII DPR RI Abdul Wachid, Fungsional Peksos Ahli Madya Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Kemensos RI Edy Suwarna dan Penjabat Bupati Jepara Edy Supriyanta hadir saat pencanangan KSB Kutacana, Desa Kunir Kecamatan Keling Kabupaten Jepara, Selasa, (22/11/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Desa Kunir, Kecamatan Keling ditetapkan sebagai kampung siaga bencana (KSB) pertama di Kabupaten Jepara. Penetapan ini sebagai upaya meningkatkan kewaspadaan dan mitigasi di wilayah rawan bencana. 

Pencanangan KSB Kutacana, Desa Kunir Kecamatan Keling Kabupaten Jepara yang merupakan kerja bareng Komisi VIII DPR RI, Kementerian Sosial dan Pemkab Jepara digelar Selasa, (22/11/2022). Hadir dalam kegiatan ini  Kapoksi Komisi VIII DPR RI Abdul Wachid, Fungsional Peksos Ahli Madya Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Kemensos RI Edy Suwarna, Penjabat Bupati Jepara Edy Supriyanta, Dandim 0719/Jepara Letkol Inf M. Husnur Rofiq dan elemen lainnya.

Kapoksi Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid mengatakan Jepara menempati rangking 10 di Jateng terkait daerah rawan bencana. Bahkan dari 16 kecamatan yang ada, separuhnya merupakan wilayah rawan bencana.

Terkait hal itu, menurut Abdul Wachid  diperlukan pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang bahaya dan risiko bencana alam. Sebab bencana alam bisa terjadi sewaktu-waktu. Peristiwa terbaru seperti bencana gempa yang terjadi di Cianjur, Jawa Barat yang menelan korban hingga ratusan jiwa dan kerugian material dalam jumlah besar.

"Saya berharap relawan kampung siaga bencana diberikan pelatihan serta simulasi yang berkelanjutan dalam menghadapi bencana dan pascabencana, serta bisa memberikan sosialisasi pemahaman tentang bencana alam kepada masyarakat," kata wakil rakyat dari Fraksi Gerindra ini, Selasa (22/11/2022).

Baca juga: Anak Ipah Belum Ditemukan Seusai Gempa Cianjur, Lagi Hamil Lima Bulan, Sempat Dengar Suara Rintihan

Baca juga: 268 Orang Meninggal, 151 Hilang Dampak Gempa Cianjur, Ini Update Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto

Baca juga: Begini Kabar Terkini Kondisi Dua Korban Tertimpa Dinding Roboh di Arpusda Wonosobo

Kampung Siaga Bencana merupakan wadah penanggulangan bencana berbasis masyarakat yang dijadikan kawasan atau tempat untuk program penanggulangan bencana. Kampung siaga bertujuan memberikan pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang bahaya dan risiko bencana, membentuk jejaring siaga bencana berbasis masyarakat.

Menurutnya, kampung siaga bencana di  Kabupaten Jepara harus diperbanyak. Sebab Jepara juga mempunyai kerawanan bencana lainnya seperti banjir, krisis air bersih dan lainnya. Sehingga idealnya Kampung Siaga Bencana juga didirikan di berbagai kawasan rawan bencana itu.

"Semisal di wilayah selatan Jepara yang  rawan banjir. Saya berharap relawan bencana benar-benar siap kapanpun dibutuhkan. Sebab bencana bisa terjadi kapanpun," jelasnya.

Sementara itu, Edy Suwarna mengatakan, saat ini Pemkab Jepara harus segera siapkan lumbung sosial di seluruh kawasan rawan bencana. Kecamatan Keling terinformasi merupakan daerah rawan bencana di Jateng.  

"Berharap kita memiliki keterampilan dan kemampuan serta didukung dengan logistik khusus penanggulangan bencana standar sesuai kearifan lokal," katanya. 

Pj Bupati Jepara Edy Supriyanta berharap 162 desa lain di Kota Ukir juga siap menjadi kampung siaga bencana. Menurut Edy, penanganan bencana butuh kerjasama dengan berbagai elemen lain agar hasilnya maksimal. Mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat dan lain sebagainya.

"Bencana tak bisa bisa ditangani sendiri. Harus ada kerjasama lintas sektoral agar hasilnya maksimal," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved