Berita Kudus

Pedagang Ayam di Pasar Baru Kudus Khawatir Pendapatan Berkurang karena Ada Saingan

Munculnya bangunan baru di Pasar Baru menumbuhkan kecemasan bagi para pedagang ayam akan timbulnya saingan baru.

Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: m nur huda
Tribun Jateng / Rezanda Akbar D
Suasana Pasar Baru Kudus usai adanya kecemburuan bangunan baru yang sebabkan pengurangan berkurang. 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Munculnya bangunan baru di Pasar Baru menumbuhkan kecemasan bagi para pedagang ayam akan timbulnya saingan baru.

Kecemasan tersebut, membawa sejumlah pedagang ayam di Pasar Baru di Kelurahan Wergu Wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus protes ke Dinas Perdagangan Kudus.

Para pedagang protes, lantaran terdapat kios baru yang digunakan untuk menjual ayam. 

Protes tersebut dilayang Zaitun, penjual ayam pada bagian belakang kios yang tertutup oleh bangunan baru.

"Awalnya itu bangunan baru katanya mau dibuat jualan sembako, tapi malah kenapa jadi jualan ayam dan bubut (cabut) bulu," katanya dikutip Tribunjateng, Selasa (22/11/2022).

Saat ini sudah ada 28 pedagang ayam dari jumlah keseluruhan di Pasar Baru.

Apalagi, ada penambahan delapan kios di lokasi depan yang membuat pedagang cemburu dan merasa tersaingi.

Sehingga pedagang ayam yang sudah lama menempat merasa dagangannya tidak laku.

”Sudah ada yang jualan sejak lima hari yang lalu. Akhirnya dagangan kami yang jualan di belakang jadi sepi. Padahal retribusinya sama. Penghasilan saya menurun beberapa hari ini,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kudus, Sudiharti, mengatakan bahwa pihaknya telah menerima aduan dari para pedagang.

”Intinya mereka merasa tersaingi dan tidak mau ada tambahan lagi pedagang ayam lagi, kalau memang pedagang tidak menghendaki, nanti kami akan laporan ke atasan dalam hal ini ke Pak Bupati,” kata Sudiharti.

Selanjutnya satu dari delapan kios sudah difungsikan berjualan ayam. 

Kios tersebut baru berfungsi selama kurang lebih lima hari ini.

Sudiharti menambahkan, kios tersebut merupakan tanah milik Pemkab Kudus. Tanah tersebut saat ini disewa oleh pihak swasta.

”Izin bangunan mereka untuk berdagang, mereka mau dagang apapun kan bisa dan silahkan, kalau di lihat, lokasinya itu membuatnya jadi terpusat," katanya. (Rad)

 

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved