Berita Ungaran

28 Kecelakaan Terjadi di Tol Semarang-Solo Selama 2022, Ini Tanggapan PT TMJ

Angka kecelakaan di ruas tol Semarang-Solo mengalami peningkatan pada 2022 ini.

Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: sujarwo
TRIBUN JATENG/FAIZAL M AFFAN
Ilustrasi. Direktur Utama PT Jasamarga Semarang Batang, Prajudi, saat mengecek kelengkapan sarana dan prasarana jalan tol yang akan digunakan pada arus mudik. 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Angka kecelakaan di ruas tol Semarang-Surakarta (Solo) mengalami peningkatan pada 2022 ini.

Tercatat sejak awal tahun hingga November ini, sudah sebanyak 28 kecelakaan terjadi di ruas tol yang dikelola PT Trans Marga Jateng (TMJ) tersebut.

Direktur Utama PT TMJ, Prajudi mengakui jumlah kecelakaan ini lebih tinggi dibanding 2021 lalu.

Menurutnya, hal tersebut dipengaruhi faktor volume kendaraan.

Dia meyakini, jumlah kendaraan yang melintas pada 2022 ini dinilai meningkat pesat jika dibandingkan 2021 lalu di mana masih dalam kondisi pandemi Covid-19 serta Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), sehingga arus lalu lintas terbilang lebih sepi.

Selain itu, seiring dengan fungsi jalan tol sebagai fasilitas bagi kendaraan yang melaju dengan kecepatan relatif cepat, maka risiko dan potensi kecelakaan saat berkendara juga sangat tinggi.

Sehingga, Prajudi berharap adanya kesadaran dari pemakai jalan tol untuk mengecek kondisi kendaraan serta meningkatkan kemampuan mengemudi.

“Saya cukup prihatin dengan kondisi kecelakaan tahun ini yang cukup tinggi,” ujarnya kepada Tribunjateng.com, di sela-sela Focus Grup Discussion bertajuk Keselamatan Berkendara di Jalan Tol di The Wujil Hotel, Bergas, Kabupaten Semarang, Kamis (24/11/2022).

Untuk mencegah terjadinya kecelakaan, Prajudi mengungkapkan bahwa pihaknya sebagai pengelola jalan tol telah melakukan berbagai macam upaya.

Sejumlah upaya yang disebutkannya yaitu melengkapi fasilitas yang ada, misalnya menjaga jalan tetap mulus, menambal jika terdapat lubang, penambahan penerangan, serta memperbanyak CCTV untuk memberikan informasi kepada pengguna jalan tol. 

Upaya lain, lanjut Prajudi, melakukan pelarangan terhadap kendaraan Over Dimension Over Load (ODOL) untuk melintas.

Menurutnya, beberapa kasus kecelakaan juga dipicu oleh kendaraan ODOL tersebut.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Semarang, Djoko Nuryanto menanggapi, untuk kendaraan ODOL masih terdapat kendala terkait penertiban.

Satu di antara kendalanya yakni karena wilayah Kabupaten Semarang merupakan wilayah perlintasan. 

“Persoalannya, kendaraan yang melintas di jalan tol TMJ ini bukan kendaraan yang berasal di Kabupaten Semarang saja, namun dari Jawa Timur, Jawa Barat dan daerah lain,” katanya.

Ia nengungkapkan, pihaknya telah menertibkan kendaraan-kendaraan ODOL yang wilayahnya berada di bawah kewenangan Dishub Kabupaten Semarang.

Dishub Kabupaten Semarang sendiri, lanjutnya, saat ini sudah tidak melayani lagi uji KIR kendaraan ODOL lagi. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved