Pospenas IX

Kontingen Jawa Tengah Juara Lomba Film Pendek Pospenas IX di Solo

Grup kontingen Jawa Tengah juarai lomba film pendek dalam ajang Pospenas IX Solo.

Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Mahfira Putri Maulani
Kontingen Jawa Tengah, Dina Cahyati, Elyu Maulida, Zakiya Nur Hayati dari ponpes Al Falah Salatiga menunjukkan medali emas dalam ajang Pospenas IX di Solo, Kamis (24/11/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO – Grup kontingen Jawa Tengah juarai lomba film pendek dalam ajang Pekan Olahraga dan Seni Antar Pondok Pesantren tingkat Nasional (Pospenas) yang diselenggarakan di Solo.

Grup yang terdiri dari tiga orang dan satu official ini berasal dari Ponpes Al Falah, Salatiga. Mereka diantaranya Dina Cahyati, Elyu Maulida, Zakiya Nur Hayati dan Hanafi Ashar sebagai official.

Dengan judul Toleransi Beragama, cerita atau alur dalam film pendek ini ditulis langsung oleh Dina Cahyati. Cerita dari film ini, Dina mengaku terinspirasi dari desanya sendiri.

Dia menceritakan di desanya terdapat dua agama, Islam dan Kristen namun tetap hidup rukun dan malah saling membantu. Atas dasar itulah dirinya membuat film itu.

"Film ini menceritakan tentang bagaimana perbedaan agama itu bisa saling rukun, saling membantu. Saya mengambil tema terinspirasi dari desa."

"Di desa saya kan ada dua agama bagaimana caranya untuk tetap bisa toleransi bisa saling membantu, bisa tolong menolong tanpa harus itu membeda-bedakan agama," katanya ketika berbincang dengan Tribunjateng.com.

Dengan film pendeknya itu, dirinya ingin menyampaikan pesan untuk toleransi beragama. Walaupun berbeda agama, sesama manusia harus tetap rukun.

Dina melanjutkan dalam film pendek itu hanya ada dua lokasi yakni satu Ponpes-nya dan satu rumah. Untuk membuat film pendek ini, Dina mengaku syuting selama dua pekan.

Ia mengaku proses syutingnya sempat terhambat karena seseorang pemain agak susah mendalami perannya. Sehingga proses latihan dilakukan berulang.

"Kendala tu cuma masalah mendalami peran. Yang berperan sebagai orang Kristen itu tidak bisa emosi, jadi harus benar-benar latihan membangun emosinya," kata Dina tertawa.

Dina mengaku sangat tidak menyangka karya mereka menjuarai lomba film pendek. Dina mengaku sempat pesimis dengan usaha yang mereka lakukan.

Pasalnya dirinya dan teman-temannya belum pernah mengikuti lomba film pendek sebelumnya. Baru kali ini mereka mengikuti lomba film pendek.

"Film kami mendapat nara satu tentu tidak menyangka, karena kita sudah pasrah. Kami rasa effort kami merasa kurang tapi Alhamdulillah menang," katanya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved