Berita Semarang

Pemasaran Produk IKM Jadi Poin Dalam FGD yang Digelar Dinas Perindustrian Kota Semarang 

Dinas Perindustrian Kota Semarang fasilitasi pelaku IKM dalam hal pemasaran.

Penulis: budi susanto | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Budi Susanto
Sejumlah pelaku IKM dipertemukan dalam acara diseminasi pengembangan industri kecil dan menengah di Gedung Sekolah Musik Indonesia (SMI) Kota Semarang, Kamis (24/11/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dorong perkembangan Industri Kecil Menengah (IKM) di Kota Semarang, Dinas Perindustrian (Disperin) Kota Semarang fasilitasi pelaku IKM dalam hal pemasaran.

Pertemuan tersebut digelar di Gedung Sekolah Musik Indonesia (SMI) di Jalan Puri Anjasmoro Kota Semarang.

Dijelaskan Kepala Disperin Kota Semarang, Tri Supriyanto, pelaku IKM diberi fasilitas kemudahan ijin usaha, usaha di kawasan industri, sertifikasi halal, SNI hingga pelatihan dan pendampingan.

Selain itu pelaku IKM juga difasilitasi dalam hal konsultasi mengenai kendala yang dihadapi.

Pasalnya dalam acara, pelaku IKM dipertemukan langsung dengan berbagai pihak.

"Tujuannya agar pelaku IKM terkoneksi langsung dengan pengusaha besar, Pemkot hingga perbankan," ucapnya, Kamis (24/11/2022).

Sejumlah pelaku IKM dipertemukan dalam acara diseminasi pengembangan industri kecil dan menengah di Gedung Sekolah Musik Indonesia (SMI) Kota Semarang, Kamis (24/11/2022).
Sejumlah pelaku IKM dipertemukan dalam acara diseminasi pengembangan industri kecil dan menengah di Gedung Sekolah Musik Indonesia (SMI) Kota Semarang, Kamis (24/11/2022). (Tribun Jateng/Budi Susanto)

Tak hanya itu, Disperin juga membentuk sentra-sentra IKM untuk membantu pelaku usaha.

Ia berujar satu di antara sentra IKM yang dibentuk yaitu sentra IKM batik di Kawasan Malon Kecamatan Gunungpati.

Adanya sentra IKM itu akan membuat  pelaku IKM naik kelas.

"Kami bantu dalam hal pemasaran hingga koneksi, agar pelaku IKM bisa lebih berkembang," ujarnya.

Ia menjelaskan, para pelaku IKM juga didorong agar membuat E-katalog.

Pasalnya adanya E-katalog akan lebih meningkatkan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN).

"Kami harap pelaku IKM bisa memasukkan produknya di E-katalog, agar pembeli bisa melihat produk mereka melalui oasar digital," terangnya.

Adapun Ketua Komisi B Kota Semarang, Joko Susilo, melakukan inovasi dalam hal pemasaran produk IKM.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved