Berita Semarang

Sistem Si KAPER Integrasikan Data Permukiman Kumuh di Jateng Dengan Pusat

Disperakim Provinsi Jateng gelar launching Sistem Informasi Kawasan Permukiman.

Penulis: faisal affan | Editor: sujarwo
Dok. Disperakim Jateng
Kepala Disperakim Jawa Tengah, Arief Djatmiko, saat melaunching program Si KAPER, Kamis (24/11/2022). Sistem tersebut berguna untuk menangani kawasan permukiman kumuh di Jawa Tengah. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperakim) Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan launching Sistem Informasi Kawasan Permukiman (Si KAPER), Kamis (24/11/2022). 

Dalam launching ini hadir perwakilan dari OPD Provinsi Jawa Tengah, Disperakim Prov. Jawa Tengah, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah dan stakeholder di bidang perumahan dan kawasan permukiman.

Launching Si KAPER secara simbolis ditandai dengan scan telapak tangan oleh Kepala Disperakim Jawa Tengah, Arief Djatmiko.

Miko, sapaan akrabnya, mengatakan kawasan permukiman kumuh di Jawa Tengah semakin meluas dan sulit ditangani secara manual.

"Maka diperlukan sistem yang dapat membantu Pemda dalam melakukan simulasi penanganan kawasan permukiman kumuh," terangnya.

Pihaknya juga mengatakan sistem tersebut mampu mengintegrasikan data dan penanganan kawasan pemukiman di Jawa Tengah dengan pemerintah pusat.

"Sehingga data antara kabupaten/kota, provinsi, dan pusat nanti terintegrasi dengan cepat. Dengan adanya Si KAPER diharapkan dapat membantu Kabupaten/Kota dalam melakukan simulasi penanganan kawasan permukiman kumuh, sehingga penanganan yang dilakukan dapat tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan dan prioritas," jelasnya.

Selain berisi informasi dan penanganan kawasan permukiman kumuh, dalam Si KAPER juga terdapat informasi PSU Perumahan di Jawa Tengah dan pelaksanaan Lomba Hari Habitat. 

Setelah launching, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi cara pemanfaatan Si KAPER oleh Kepala Bidang Kawasan Permukiman, Effendy Judy Arianto.

Kabupaten/Kota dapat mengakses Si KAPER dan melalukan simulasi penanganan kawasan permukiman kumuh secara mandiri dan ke depan diharapkan Kabupaten / Kota dapat mengupdate data-data yang terkait dengan kawasan permukiman. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved