Berita Batang

Tingkatkan Kompetensi, Disperindagkop Batang Fasilitasi UMKM Jadi Eksportir  

Pelaku UMKM Kabupaten Batang terus mengembangkan potensinya untuk jadi eksportir.

Penulis: dina indriani | Editor: sujarwo
Dok. Diskominfo Batang
Pelatihan materi ekspor bagi UMKM di Hotel Sendangsari, Batang, Rabu (24/11/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kabupaten Batang terus mengembangkan potensinya dengan meningkatkan kompetensi untuk menjadi seorang eksportir produk lokal ke mancanegara.

Sebagai bentuk dukungan, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop dan UKM) Batang menggelar pelatihan bagi pelaku UMKM, dengan menghadirkan nara sumber dari Free Trade Agreement (FTA) Center Semarang.

Kepala Disperindagkop dan UKM Batang Subiyanto mengatakan pelatihan ini untuk mempersiapkan pelaku UMKM agar mampu mengembangkan usahanya hingga ke kancah internasional.

“Ini periode awal pelatihan, maka UMKM harus memahami dulu seluk beluk ekspor, sebelum terjun seutuhnya, jadi walaupun produknya sudah bagus, tapi kalau pengetahuan ekspornya minim, juga tidak bisa terlaksana dengan maksimal,” tuturnya.

Lebih lanjut, dikatakannya bagi calon eksportir, kemampuan yang tidak kalah pentingnya adalah memiliki jaringan yang luas.

“Contohnya Mas Ahda dengan Shuttlecock Indonesia, bisa langsung mengekspor ke konsumen mancanegara, karena jaringannya sudah internasional,” jelasnya.

Tenaga Ahli Pembiayaan dan Prosedur Ekspor FTA Center Semarang, Teguh Prihadi mengatakan, pelatihan diutamakan bagi mereka yang belum mengenal ekspor dan tata caranya.

Pelatihan materi ekspor bagi UMKM di Hotel Sendangsari, Batang, Rabu (24/11/2022).
Pelatihan materi ekspor bagi UMKM di Hotel Sendangsari, Batang, Rabu (24/11/2022). (Tribun Jateng/Dina Indriani)

Demikian pula bagi mereka yang telah melangkah di bidang ekspor, akan ditingkatkan pangsa pasarnya.

“Sejak didirikan tahun 2020, sudah berhasil 520 UMKM di Jawa Tengah, 111 di antaranya berhasil jadi eksportir $engan materi implementasi perjanjian internasional, pembiayaan dan prosedur ekspor dan promosi,” terangnya.

Langkah awal sebelum terjun ke dunia ekspor, pelaku UMKM dibantu memperoleh sertifikasi produk.

Hal itu dikarenakan di dunia internasional, sertifikasi produk sangat diperhatikan.

“Bagi mereka yang belum bisa mengekspor langsung produknya, akan dibantu untuk jadi pemasok produk ke salah satu eksportir, seperti kopi, rumput laut dan makanan olahan yang diekspor ke Singapura, Tiongkok, India, Pakistan dan Dubai,” ungkapnya.

Ia mengimbau, baik kepada pelaku UMKM yang telah menjadi pengekspor maupun yang baru mengenal, agar selain menjaga kualitas barang, juga mengutamakan ketepatan waktu dalam pengiriman ke negara tujuan.

“Ini sangat penting karena terkadang masyarakat kita itu kalau dapat order banyak dari luar negeri itu terkaget-kaget, sehingga kurang bisa menjaga kedisiplinan waktu pengiriman,” tegasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved