UKSW Salatiga

Bisa Jadi Profesi, E-sport Bukan Sekedar Game

Senang sekali bisa ikut lomba di UKSW. Perjalanan dari Semarang untuk datang ke lomba ini akhirnya mendapatkan juara 1.

Penulis: Abduh Imanulhaq | Editor: galih permadi
Istimewa
Pengumuman juara lomba Freefire Competition the Month of Heroez Pentas Inovasi Mahasiswa (PIM) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW). 

TRIBUNJATNEG.COM - Banyak masyarakat umum belum mengetahui bahwa Electronic Sport (E-sport) bukan hanya merupakan game semata, melainkan juga dapat menjadi pekerjaan profesional.

Hal tersebut disampaikan koordinator E-Sport Tournament T. Arie Setiawan Prasida, S.T., M.Cs., dalam kompetisi Free Fire Competition the Month of Heroez Pentas Inovasi Mahasiswa (PIM) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), belum lama ini.

“Maka dari itu, kami menyelenggarakan E-Sport Tournament yang tujuannya untuk meningkatkan pemahaman kepada masyarakat bahwa E-Sport dapat menjadi profesi profesional yang menjanjikan.

UKSW dalam hal ini juga mendukung kemajuan dan perkembangan E-sport di Indonesia,” terangnya saat dijumpai di open space Fakultas Teknologi Informasi (FTI) UKSW, tempat diselenggarakannya lomba.

Panitia sedang memantau score peserta lomba Freefire  NX
Panitia sedang memantau score peserta lomba Freefire Competition the Month of Heroez Pentas Inovasi Mahasiswa (PIM) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW )

Menjadi salah satu lomba yang digelar dalam rangka Dies Natalis ke-66 UKSW, E-Sport Tournament di UKSW diikuti oleh pelajar Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA), mahasiswa serta masyarakat umum.

“Ada 30 tim yang mengikuti lomba ini, dalam satu tim sendiri terdapat 4 orang, sehingga total peserta adalah 120 orang yang berasal dari Salatiga, Magelang, Solo, Semarang, dan Yogyakarta,” imbuh Arie.

Ditambahkan Arie, E-Sport dapat disebut juga olahraga karena membutuhkan perilaku seperti olahraga pada umumnya yaitu sportivitas, kerja sama dan strategi.

Sehingga dibutuhkan latihan, kerja sama dan fokus yang tinggi dalam E-Sport. 

“Para peserta lomba juga dapat menjadikan E-sport sebagai karir mereka, misalnya dengan menjadi youtuber gaming atau pelatih E-sport,” lanjut Arie.

Pemenang

Ketua PIM 2022 Eunice Widyanti Setyaningtyas, S.Pd., M.Pd., yang turut menghadiri perlombaan E-sport mengungkap hal senada dengan Arie.

“Lomba ini dapat menjadi wadah bagi peserta yang menggemari E-sport sehingga dari kegiatan ini, UKSW turut memberi kontribusi untuk mendukung individu yang mempunyai potensi di bidang E-sport,” bebernya.

Setelah melewati babak penyisihan, 12 tim peserta berhasil menuju babak final. Pemenang ditentukan dari akumulasi jumlah score yang didapatkan setiap tim.

Pertandingan E-sport PIM UKSW ini dimenangkan oleh tim Bless Awesome sebagai juara 1, Revenge JM sebagai juara 2, dan Wibu is Here sebagai juara 3.

Ditemui seusai pengumuman, Lutfi Dwi Asmara mewakili timnya yang berhasil meraih juara pertama mengungkapkan rasa bahagianya memenangkan kompetisi E-sport.

“Senang sekali bisa ikut lomba di UKSW. Perjalanan dari Semarang untuk datang ke lomba ini akhirnya mendapatkan juara 1.

Pengennya UKSW sering-sering mengadakan lomba seperti ini,” ungkap Lutfi yang timnya juga menjadi juara 1 dalam Lomba E-sport Piala Walikota Semarang. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved