Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Cegah Stunting, Mahasiswa UMP Canangkan Program SEDARI HATI

Stunting merupakan salah satu indikator kualitas gizi anak yang diukur dari rasio tinggi badan dan umur (TB/U).

Penulis: Abduh Imanulhaq | Editor: galih permadi
Istimewa
Kampung UMP canangkan program SEDARI HATI untuk pencegahasn stunting di Desa Gumelem Wetan, Susukan, Banjarnegara. 

TRIBUNJATENG.COM - Mahasiswa Program Studi Teknik Kimia, Kebidanan, dan Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) melalui Kampung UMP canangkan program SEDARI HATI untuk pencegahan stunting di Desa Gumelem Wetan, Susukan, Banjarnegara.

Ketua Pelaksana Program Peningkatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK ORMAWA) Adam Mufarij mengatakan, peresmian Desa Sehat merupakan salah satu kegiatan yang terdapat dalam Program SEDARI HATI.

Kegiatan ini bertujuan untuk meresmikan Desa Gumelem Wetan Sebagai Percontohan Desa Sehat.

“Program SEDARI HATI ini telah dilaksanakan oleh mahasiswa sejak Juni hingga November. Dengan diresmikannya Desa Gumelem Wetan Sebagai Desa Sehat diharapkan dapat menjadi langkah untuk mengurangi jumlah angka stunting di Desa Gumelem Wetan,” katanya, Jum’at (25/11/2022).

Kampung UMP canangkan program SEDARI HATI untuk pencegahasn stunting di Desa Gumelem Wetan, Susukan, Banjarnegara.
Kampung UMP canangkan program SEDARI HATI untuk pencegahasn stunting di Desa Gumelem Wetan, Susukan, Banjarnegara. (Istimewa)

Lebih lanjut ia mengatakan, program SEDARI HATI ini juga melingkupi tiga aspek masalah pendukung tingginya prevalensi stunting di Desa Gumelem Wetan, yaitu: pola asuh, kebersihan lingkungan, dan ekonomi.

Dipilihnya Desa Gumelem, menurutnya, masih terjadi ketidaksesuaian pada pola asuh yang berdampak pada lambatnya tumbuh kembang anak, yang salah satunya dapat dinilai dengan indeks stunting.

“Stunting merupakan salah satu indikator kualitas gizi anak yang diukur dari rasio tinggi badan dan umur (TB/U).

Fenomena stunting terjadi mulai janin masih dalam kandungan dan baru nampak saat anak berusia dua tahun,” jelasnya.

Menurutnya, stunting dianggap mempengaruhi perkembangan kognitif dan motorik balita.

Stunting juga menurunkan performa di sekolah, meningkatkan risiko kelebihan gizi dan penyakit tidak menular, serta mengurangi produktivitas pada saat dewasa.

“Data Posyandu Budi Lestari menunjukkan bahwa kasus stunting di Desa Gumelem Wetan mencapai 148 kasus dari 858 balita.

Melalui data tersebut, maka nilai prevelansi stunting di Desa itu cukup tinggi yaitu sampai 17,25persen,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni Efi Miftah Faridli M.Pd., mengatakan, kegiatan PPK ORMAWA merupakan kegiatan yang difasilitasi oleh Kemendikbudristek dalam rangka memberdayakan masyarakat desa.

“Tahun ini UMP mendapatkan tiga pendanaan, salah satunya bertemakan SEDARI HATI dari HMTK dengan mencanangkan desa sehat di Gumelem wetan Susukan Banjarnegara.

Mudah-mudahan kegiatan ini memberikan manfaat demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat desa Gumelem Wetan,” katanya.

Menurutnya, UMP senantiasa berkomitmen dalam memberdayakan masyarakat desa sesuai dengan salah satu tatanan nilai dasar yaitu inovatif dan kolaboratif. (tgr)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved