Breaking News:

Berita Kudus

Sashie Edukasi 11 Keterampilan kepada Puluhan Perempuan Kudus

Puluhan warga Kabupaten Kudus mendapatkan pelatihan keterampilan dari Pemkab Kudus.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: sujarwo
TRIBUNJATENG/SAIFUL MA'SUM
Pelatih dan Lurah Mlati Lor, Kudus mengecek beberapa produk kerajinan hasil pelatihan perempuan Kudus, Jumat (25/11/2022). 

TRIBUNMURIA.COM, KUDUS - Puluhan warga Kabupaten Kudus dari Desa Karangbener, Dersalam, Ngembalrejo Kecamatan Bae, Lau Kecamatan Dawe, hingga Mlati Lor Kecamatan Kota Kudus mendapatkan pelatihan keterampilan dari Pemerintah Kabupaten Kudus. 

Tak tanggung-tanggung, 11 keterampilan diberikan Balai Latihan Kerja (BLK) pada Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi dan UKM Kudus, bekerjasama dengan lembaga pelatihan kerja. 

Instruktur pelatihan, Sashie Wulandari (40) mengatakan, 11 keterampilan yang dimaksud meliputi, kerajinan dengan memanfaatkan bahan flanel menjadi bros, amplop karakter, tempat permen, bunga hias, celengan karakter, bando, hingga jepit rambut. 

Selain itu, Sashie juga mengedukasi peserta dari kalangan perempuan dengan memanfaatkan kain perca menjadi bantal duduk, souvenir bantal, bantal leher, hingga aneka macam souvenir lainnya. 

Kata dia, pelatihan berlangsung selama 17 hari hingga 29 November mendatang. 

"Total ada 6 kelas, setiap kelasnya diikuti 16 peserta dengan materi yang sama. Kelas di Mlati Lor ini yang terakhir dengan peserta dari ibu-ibu PKK," terangnya, Jumat (25/11/2022).

Menurut dia, butuh ketelatenan dalam mengedukasi keterampilan kepada warga, utamanya di bidang menjahit karena tidak semua peserta mempunyai basic keterampilan jahit. 

Sashie menyebut, ada beberapa peserta yang memang belajar dari awal. Sehingga membutuhkan dorong yang kuat dalam mendampingi semua peserta secara maksimal. 

"Hasil pelatihan bisa dibawa pulang semua. Sisa bahan juga bisa dibawa pulang untuk belajar lagi. Kami terbuka menerima konsultasi pasca pelatihan," ujarnya. 

Lurah Mlati Lor, Muslikhah Arisanti menerangkan, masyarakatnya cukup antusias mengikuti pelatihan yang diadakan pemerintah daerah. Baik dari kalangan remaja, maupun dewasa. 

Dia berharap, ke depannya ada tambahan materi keterampilan memasak, membuat baki lamaran, rias pengantin, dan beragam jenis pelatihan lain yang dibutuhkan masyarakatnya. 

"Dengan pelatihan ini, masyarakat jadi punya bekal, contohnya bekal menjahit untuk mendirikan usaha konveksi. Semoga tahun depan akan ada berbagai pelatihan lainnya," harap Muslikhah. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved