Unsoed Purwokerto

Dosen Unsoed Sabet the Best Presenter Konferensi Internasional di Ho Chi Minh City, Vietnam

Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman (FABIO Unsoed) berhasil meraih predikat the Best Presenter.

Penulis: Abduh Imanulhaq | Editor: galih permadi
IST
Dosen Unsoed Sabet the Best Presenter Konferensi Internasional di Ho Chi Minh City, Vietnam 

TRIBUNJATENG.COM - Berbekal hasil riset dari ekosistem mangrove di Teluk Bintuni, Papua Barat, Dr.rer.nat. Erwin Riyanto Ardli dosen Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman (FABIO Unsoed) berhasil meraih predikat the Best Presenter pada gelaran The International Conference on Sustainable Agriculture and Environment (SAE) 2022 pada tanggal 17-19 November 2022 di Nong Lam University, Ho Chi Minh City, Vietnam. 

Dosen Unsoed Sabet the Best Presenter Konferensi Internasional di Ho Chi Minh City, Vietnam
Dosen Unsoed Sabet the Best Presenter Konferensi Internasional di Ho Chi Minh City, Vietnam (IST)

Konferensi yang memiliki nilai sangat penting ini diselenggarakan setiap dua tahun sekali oleh Universitas Nong Lam.

Konferensi kali ini diselenggarakan bekerja sama dengan Okayama University Japan, National Kaohsiung Taiwan, dan Universitas Jenderal Soedirman Indonesia. 

Dosen Unsoed Sabet the Best Presenter Konferensi Internasional di Ho Chi Minh City, Vietnam
Dosen Unsoed Sabet the Best Presenter Konferensi Internasional di Ho Chi Minh City, Vietnam (IST)

Event ini dimaksudkan sebagai forum diskusi bertukar ide, membangun koneksi dan kemitraan baru, berbagi tempat bertemu bagi para akademisi, ilmuwan, peneliti, pakar, pengusaha, dan mahasiswa pascasarjana untuk bertukar informasi berharga serta membangun jaringan kolaborasi masa depan dalam lingkup perubahan iklim yang menjadi perhatian utama masyarakat dunia saat ini. 

Beberapa tantangan atau faktor penentu pada kegiatan pertanian, ketahanan pangan dan kesehatan eksositem seperti perubahan iklim, penyusutan dan degradasi lahan, kekurangan air bersih, ketidaknormalan cuaca, dan pencemaran lingkungan menjadi topik bahasan dalam konferensi tersebut. 

Dr. Erwin menyampaikan artikel yang berjudul Population Structure of Parasesarma brevicristatum and Parasesarma semperi as an Indicator of Mangrove Replanted Forest Condition in Bintuni Bay, Indonesia. 
Artikel tersebut ditulis bersama dengan Fika N. Falah (mahasiswa Magister Biologi Unsoed) dan Moh. H. Sastranegara (dosen Biologi Unsoed). 
Dalam presentasinya Erwin menyampaikan betapa pentingnya peran biota di mangrove sebagai komponen penyusun ekosistem secara terpadu, walau dalam lingkup hutan mangrove kategori hutan produksi. 

Dukungan bagi pertumbuhan ekonomi dari pemanfaatan sumber daya mangrove dapat terus berlanjut manakala memperhatian dan menjaga setiap role/peran serta proses-proses ekologi yang terjadi di ekosistem mangrove tersebut. (*) 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved