Berita Jepara

Jumlah Anak Tidak Sekolah di Jepara Capai 17 Ribu, Pj Bupati Canangkan Program 1 GTK 1 ATS

Jumlah anak tidak sekolah (ATS) di Kabupaten Jepara mencapai 17.065. Jumlah itu didapatkan dari hasil Sensusnas pada 2019.

Penulis: Muhammad Yunan Setiawan | Editor: muslimah
Dok. Humas Pemkab Jepara
Pj Bupati Jepara Edy Supriyanta saat memimpin rapat komite TSP di Ruang Commad Centre, Senin (7/11/2022). Ia meminta perusahaan di Jepara melaporkan pengelolaan CSR. 

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Jumlah anak tidak sekolah (ATS) di Kabupaten Jepara mencapai 17.065. Jumlah itu didapatkan dari hasil survei sosial ekonomi nasional (Sensusnas) pada 2019.

Masih berdasarkan survei tersebut, anak tidak sekolah terdiri tiga jenis.

Pertama, anak tidak pernah sekolah.

Kedua, anak putus sekolah tanpa menyelesaikan jenjang sekolah.

Ketiga, putus sekolah karena tidak melanjutkan jenjang lebih tinggi.

Baca juga: Pengiriman Nama Calon Panglima TNI Pengganti Jenderal Andika ke DPR Ditunda, Ada Perubahan Nama?

Baca juga: Bolos Sekolah Berujung Petaka, Siswi SMA di Wonosobo Diperkosa 4 Pemuda Dalam 2 Hari

Menanggapi permasalahan ini, Penjabat (Pj) Bupati Jepara Edy Supriyanta menargetkan pada 2024 Kabupaten Jepara terbebas dari masalah ATS.

Dia sudah menyiapkan gerakan untuk mengentaskan masalah di bidang pendidikan ini. Dia mencanangkan geralan 1 guru dan tenaga kependidikan (GTK) 1 anak tidak sekolah (ATS).

Harapannya gerakan tersebut bisa menekan jumlah ATS di Kota Ukir.

"Saya harap dengan gerakan 1 GTK, 1 ATS di tahun 2024 nanti dapat terselesaikan," kata Edy Supriyanta, Sabtu (26/11/2022).

Edy Supriyanta menyebut gerakan tersebut merupakan upaya kongkrit Pemerintah Kabupaten Jepara untuk mengentaskan ATS.

Selain itu juga, gerakan tersebut bentuk upaya mewujudkan merdeka belajar bagi anak-anak di Kabupaten Jepara. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved