Berita Semarang

Pasca-Pandemi, Angka Kejadian Kebakaran di Semarang Meningkat, Begini Imbauan Damkar

Data Damkar Kota Semarang, Januari-Desember 2019, atau sebelum pandemi Covid-19 tercatat ada 575 peristiwa kebakaran yang terjadi di 181 bangunan, sis

Penulis: iwan Arifianto | Editor: m nur huda
Tribun Jateng / Iwan Arifianto
Petugas Damkar saat memadamkan api di rumah janda tua yang terbakar akibat ledakan gas elpiji 3 Kg di RT 1 RW 5, Peterongan Kobong, Peterongan, Semarang Selatan, Kota Semarang, Jumat (10/6/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Angka kebakaran di Kota Semarang sempat menurun ketika masa pandemi Covid-19.

Kini, tren angka kejadian kebakaran di kota Semarang menunjukan peningkatan.

Data Damkar Kota Semarang, Januari-Desember 2019, atau sebelum pandemi Covid-19 tercatat ada 575 peristiwa kebakaran yang terjadi di 181 bangunan, sisanya berupa kendaraan maupun tempat lainnya.

Berikutnya, ketika pandemi Covid-19 dari tahun 2020 hingga September 2021, tercatat ada 108 kejadian kebakaran.

Selama kurun waktu itu kebakaran terjadi di 79 bangunan, sisanya di tempat lain seperti lahan kosong.

Angka kenaikan kebakaran mulai terjadi di awal Januari hingga November 2022 , tercatat di tahun ini sudah ada 144 kejadian kebakaran.

Kejadian kebakaran menimpa 93 bangunan, kejadian lainnya menimpa kendaraan, lahan kosong dan lahan lainnya.

"Iya kalau di tahun 2022 ini hampir semua masyarakat sudah 100 persen kembali beraktivitas tinggi," ungkap Kabid Operasional dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang Untung Sugiono, saat dihubungi Tribun Jateng, Sabtu (25/11/2022).


Selain itu, selama pandemi Covid-19 kurun waktu 2020 dan 2021 masyarakat banyak yang di rumah bekerja sistem work from home (WFH) sehingga pengawasan di lingkungan sangat terjaga.

Begitupun aktivitas di perkantoran maupun kawasan industri tidak terlalu signifikan akibat kebijakan PSBB maupun PPKM.

"Kan semua di rumah jadi terjaga sehingga kejadian kebakaran dapat diminimalkan," paparnya.

Dari kenaikan kejadian kebakaran tersebut, Untung meminta seluruh pihak RT di kota Semarang supaya jangan bosan dalam sosialisasi pencegahan kebakaran.

Di antaranya ketika rumah kosong jangan sekali-kali mengecas handphone.

"Misal rumah mau ditinggal lama pastikan yang berkaitan dengan listrik dimatikan, kompor gas juga perlu dicek," paparnya.

Ia menambahkan, terus berupaya memberikan arahan-arahan yang sifatnya pengamanan melalui relawan pemadam kebakaran yang pesertanya relawan dari warga setempat.

"Kami sebenarnya sudah banyak melakukan sosialisasi pada warga tapi kadangkala mereka  abai semisal  kompor gas yang sering terjadi kebocoran gas lalu menimbulkan kebakaran," terangnya.(Iwn)

 

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved