Berita Semarang

Selama 10 Bulan, Tim Penyelamat Damkar Semarang Evakuasi 555 Hewan, Kebanyakan Sarang Tawon Dan Ular

Tim Penyelamat Pemadam Kebakaran Kota Semarang dalam kurun waktu 10 bulan dari Januari hingga Oktober 2022, telah melakuakan evakuasi hewan.

Dok Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Semarang.
Anggota tim penyelamat pemadam kebakaran Kota Semarang saat melakukan evakuasi ular di rumah warga yang ada di Jalan Lamongan 1 No. 17, Bendan Ngisor, Gajahmungkur, Jumat 7 Oktober 2022. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Tim Penyelamat Pemadam Kebakaran Kota Semarang dalam kurun waktu 10 bulan dari Januari hingga Oktober 2022, telah melakuakan evakuasi hewan sebanyak 555 penyelamatan dari berbagai wilayah di Kota Semarang.

Bila dilihat dari data kejadian penyelamatan hewan atau animal rescue, Pada bulan Januari, diketahui sebanyak 91. Februari, 75. Maret, 52. April, 55. Mei, 49. Juni, 38. Juli, 38. Agustus 39, September, 51. Oktober, 67.

Dari data selama itu, Kasi Penyelamatan Pemadam Kebakaran Kota Semarang Listiyono mengatakan, tim penyelamat Damkar Semarang banyak melakuakan evakuasi hewan lebah dan ular.

"Yang terbanyak ya sarang tawon itu, kedua ular," ujarnya kepada Tribunjateng.com, Sabtu (26/11/2022).

Tidak hanya dua hewan itu saja, tim penyelamat Damkar Semarang juga pernah mengevakuasi jenis hewan lain yang dilaporkan oleh warga, seperti monyet, biawak, luwak, kucing dan lain sebagainya.

Saat disinggung mengenai kendala yang dihadapi selama ini, Kasi Penyelamat Damkar mengaku terkendala armada dan kurang lengkapnnya peralatan yang dimiliki timnya.

"Kendala utama kita armada, sebenarnya kita belum punya armada khusus dan peralatan yang tidak memadahi," katanya

Ia juga mengaku bila anggota timnya tidak pernah mendapatkan serangan dari hewan-hewan yang selama ini dievakuasi oleh.

Kendati begitu dirinya selalu menekankan kepada aggotanya untuk selalu berhati hati setiap kali bertugas.

"Kalau serangan tidak sih, cuman karena ada kecelakaan-kecelakaan kecil, jatuh atau bagaimana gitu, karena posisi-posisi yang sulit dan peralatan yang tidak memadahi akhirnya kita paksakan begitu," ungkapnya

Listiyono berharap tim penyelamat pemadam kebakaran Semarang mendapatkan personil tambahan, armada  khusus penyelamatan dan peralatan yang lengkap atau memadahi.

"Harapan kita seperti itu otomatis bila peralatan kita semakin lengkap kita memiliki armada sendiri penambahan personil disertai dengan anggaran untuk pelatihan-pelatihan mungkin lebih profesional," tutupnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved