Berita Ekonomi

Stok Beras Mulai Mengkhawatirkan, Billy: Harga bakal Naik

Billy juga tak setuju dengan pernyataan Kementerian Pertanian yang mengatakan bahwa stok beras/gabah surplus

Editor: muslimah
TribunJateng.com/Fajar Bahruddin Achmad
Seorang pedagang di Pasar Pagi Kota Tegal, sedang membungkus beras, Jumat (18/11/2022). 

TRIBUNJATENG.COM- Stok beras di Pasar Induk Beras Cipinang sudah berada di bawah 20.000 ton.

Keseluruhan stok tersebut merupakan beras jenis premium.

Hal itu diungkapkan satu pedagang beras di Pasar Induk Cipinang Jakarta Timur, Billy.

Adapun, stok beras medium biasanya diperoleh dari Perum Bulog, di mana setiap minggunya Bulog memberikan jatah 2.000 ton untuk Pasar Induk Beras Cipinang.

"Kalau stok beras di pasar Induk Cipinang sudah di bawah 20.000 ton, dan itupun beras mahal semua, stok dan harga beras sudah mengkhawatirkan, padahal masih lama tunggu panen di bulan 2 (Februari-Red)," katanya, dihubungi Kontan, Kamis (24/11).

Baca juga: Banyak Orang Kaya Bahkan Ada Konglomerat Berobat Dibayari BPJS, Menkes: Saya Dengar Nominalnya Besar

Baca juga: Sopir Ambulans di Ambarawa Dibunuh di Rumahnya, Pelaku Diduga Seorang Wanita, Ini Kata Polisi

Menurut dia, kondisi saat ini merupakan hal yang tidak normal antara suplai dan demand.

Ia menyebut, panen bulan ini juga sedikit, sehingga membuat suplai menjadi berkurang.

"Apanya yang direbutin? Memang panenan sedikit. Kalau banyak beras, semua pasti kontrak ke Bulog, toh harga mengikuti pasar Bulog. Lebih enak (petani-Red) masuk Bulog daripada bawa Jakarta," ujarnya.

Billy juga tak setuju dengan pernyataan Kementerian Pertanian yang mengatakan bahwa stok beras/gabah surplus.

"Kementan saja yang mabuk masih bilang surplus-surplus. Kami pelaku usaha ketawa saja. Kasihan rakyat miskin, dampaknya pangan mahal," ucapnya.

Ia pun meminta Menteri Pertanian untuk datang ke pasar, terutama Pasar Induk Beras Cipinang untuk mengetahui stok teranyar dari beras.

"Yang Terhormat Bapak Yasin Limpo, tolong cek, di pasar induk Cipinang saja, lihat sendiri berapa truk yang masuk tiap hari. Sedikit sekali dan mahal harganya. Ini tanda-tanda barang langka," jelasnya.

Jika stok di pasaran sedikit, Billy mengkhawatirkan akan berdampak pada makin naiknya harga beras di tingkat konsumen.

Disinggung apakah setuju dengan adanya impor beras untuk stok di Perum Bulog, ia berujar, saat ini yang dibutuhkan ialah harga yang stabil.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved