Berita Semarang

DPRD Kota Semarang Minta Pemkot Tegas Cari Solusi Polemik Pedagang Pasar Johar

DPRD Kota Semarang minta Pemkot Semarang bertindak tegas untuk mencari solusi polemik pedagang Pasar Johar.

Penulis: budi susanto | Editor: m nur huda
Tribun Jateng/ Budi Susanto
Aktivitas di Pasar Johar Relokasi yang menempati lahan Masjid Agung Jawa Tangah (MAJT), Kota Semarang, Kamis (15/11/2022) lalu. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - DPRD Kota Semarang minta Pemkot Semarang bertindak tegas untuk mencari solusi polemik pedagang Pasar Johar.

Hal itu lantaran banyak pedagang yang mengadu ke DPRD terkait keresahan dan nasib mereka.

Keresahan itu karena masih adanya pedagang yang menempati lapak Pasar Johar Relokasi, di lahan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT).

Joko Susilo Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang, juga menuturkan hal serupa.

Bahkan ia menyebut ada istilah dua kaki, karena pedagang menempati lokasi relokasi dan Pasar Johar Baru.

Menurutnya munculnya istilah itu lantaran Pasar Johar Baru belum banyak dikunjungi pembeli.

"Karena masih ada yang berdagang di lokasi relokasi jadi pembeli masih datang ke sana. Sementara di Pasar Johar Baru masih sepi," terangnya, Minggu (27/11/2022).

Dari aduan itu, ia minta Pemkot Semarang segera melangkah dan lebih tegas dalam hal memberi keputusan.

Pasalnya sedikit pedagang yang mendesak agar lokasi relokasi ditutup.

Dari aduan itu, Joko mengatakan lokasi relokasi bisa dikembalikan seperti semula.

"Fasilitas di sana merupakan aset Pemkot Semarang, kembalikan saja seperti semula. Misalnya akses jalan yang dulunya saluran air ya kembalikan saja seperti aslinya," terangnya.

Dikatakannya, Satpol PP Kota Semarang punya kewenangan untuk menutup lokasi relokasi di MAJT. 

Jadi Pemkot tidak perlu menunggu untuk menutup lokasi relokasi.

Dasar hukum juga telah ada, di mana relokasi MAJT tidak diperuntukkan untuk pasar setelah masa sewa habis.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved