Perangkat Desa

Kepala PMD Kudus Ado Sadhono: 90 Desa Buka Seleksi Perangkat Desa

Tahapan seleksi perangkat desa di Kabupaten Kudus masih berlabgsung sampai saat ini.

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Rifqi Gozali
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kudus, Adi Sadhono. 

TRIBUNMURIA.COM, KUDUS - Tahapan seleksi perangkat desa di Kabupaten Kudus masih berlabgsung sampai saat ini. Puncaknya nanti tes yang akan berlangsung pada 13 Desember 2022.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD), Ado Sadhono, mengatakan, ada 90 desa yang membuka seleksi perangkat desa tahun ini. Total formasinya ada 252 jabatan. Kebanyakan adalah formasi sekretaris desa.

Tercatat ada 78 formasi sekretaris desa, 14 formasi kepala seksi pemerintahan, 12 formasi kepala seksi kesejahteraan, 12 formasi kepala seksi pelayanan serta 17 formasi kepala urusan tata usaha dan umum.

Kemudian, lanjut Adi, ada lima formasi kepala urusan umum dan perencanaan, 13 formasi kepala urusan keuangan, 21 formasi kepala urusan perencanaan, 38 formasi kepala dusun dan 42 formasi staf.

Adi pun menjelaskan mengenai tahapan pengisian perangkat desa. Tahapan seleksi telah dimulai sejak tanggal 26 September 2022 di mana desa harus sudah membentuk panitia pengisian perangkat desa.


Kemudian dilanjut tahapan pendaftaran dibuka pada tanggal 5 Oktober 2022. Pendaftaran dibuka selama tujuh hari kerja. Dalam setiap formasi, minimal ada dua pendaftar, jika kurang dari itu maka waktu pendaftaran akan diperpanjang dua hari.

"Perpanjangan durasi waktu pendaftaran itu hanya untuk desa yang jumlah pendaftarnya kurang dari ketentuan minimal," kata Adi.

Setelah pendaftaran ditutup, para peserta akan diminta melengkapi berkas administrasi. Rehtang waktu melengkapi berkas administrasi ini dilakukan sampai dengan tanggal 2 November 2022.

Sementara untuk ujian seleksi perangkat desa ini akan dilaksanakan pada tanggal 13 Desember 2022 secara serentak. Metode ujian bisa menggunakan sistem CAT atau LJK sesuai kesepakatan antara desa dan perguruan tinggi yang bekerjasama.

"Seleksinya selama satu hari dan pengumumannya dilakukan di hari itu juga. Ujianya cuma itu saja, tidak ada seleksi wawancara karena kami tidak ingin ada intervensi," kata Adi.

Dalam proses seleksi pemerintah desa akan bekerja sama dengan perguruan tinggi dalam melaksanakan tes seleksi perangkat desa. Perguruan tinggi yang diajak kerjasama pun harus memenuhi ketentuan yang berlaku.

"Satu di antara syarat perguruan tinggi yang bisa diajak kerjasama itu harus sudah terakreditasi A dan sudah menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Kudus," kata dia.

Di antara perguruan tinggi yang sudah setuju untuk bekerja sama yaitu Politeknik Negeri Semarang, Universitas Diponegoro, dan Universitas Tujuh Belas Agustus Semarang. Nantinya, setiap desa bebas memilih perguruan tinggi mana yang akan diajak kerjasama, asalkan sudah sesuai ketentuan.

Sementara, untuk lokasi ujian seleksi perangkat desa akan ditentukan oleh desa masing-masing. Adi mengatakan, sesuai dengan Perbup nomor 36 tahun 2018, lokasi ujian perangkat desa itu berdasarkan kesepakatan antara desa dengan perguruan tinggi yang bekerjasama.

“Artinya bisa dilaksanakan di Kabupaten Kudus atau di mana perguruan tinggi itu berada," kata dia. (*)

 

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved