Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Tranformasi Pendidikan Solusi Pemerataan Pelosok Negeri

Hadirnya digitalisasi sekolah, para pendidik harus bisa menerima, beradaptasi dan menguasai teknologi informasi.

Penulis: Abduh Imanulhaq | Editor: galih permadi
Istimewa
Ahmad Teguh Arrafi Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto 

TRIBUNJATENG.COM - Digitalisasi sekolah sudah bukan sesuatu yang baru lagi di dunia pendidikan.

Dengan semakin berkembangnya transformasi teknologi digital di dunia pendidikan, dapat meningkatkan kualitas kegiatan belajar mengajar dan tercapainya pemerataan di Tanah Air.

Pasalnya, untuk memperoleh akses pendidikan yang memadai merupakan hak bagi setiap warga negara, termasuk mereka yang tinggal di pelosok negeri.

Hal itu juga tertuang dalam UUD 1945. Dalam UUD 1945 itu disebutkan pemerintah berkewajiban memenuhi hak warga negara dalam memperoleh pendidikan untuk meningkatkan kualitas hidup bangsa. 

Pemerintah harus memberikan pendidikan kepada seluruh rakyat Indonesia.

Termasuk, menghadirkan pemerataan infrastruktur guna membawa keadilan sosial bagi seluruh masyarakat Indonesia. 

Kehadiran pembangunan diseluruh pelosok negeri juga terus dilakukan agar masyarakat merasakan fasilitas yang sama dari pemerintah.

Karena infrastruktur pendidikan ini dapat memengaruhi kualitas mutu pendidikan.

Untuk menyelesaikan tantangan pendidikan di era teknologi digital, juga dibutuhkan adaptasi dan kolaborasi berbagai pihak.

Karena kolaborasi adalah ciri utama revolusi industri 4.0.

Untuk menjawab tantangan itu, Kemendikbudristek telah melakukan transformasi digital di dunia pendidikan melalui salah satunya melalui akun belajar.id, sebuah sistem yang disiapkan untuk mengakselerasi kualitas pendidikan.

Di dalam akun belajar.id terdapat fasilitas Rumah Belajar untuk guru memperoleh materi pembelajaran, inspirasi, bahkan dapat berbagai pengalaman dan praktik baik dengan sesama guru di seluruh wilayah Indonesia.

Melalui transformasi teknologi yang dilakukan oleh Kemendikbudristek dalam waktu yang cukup singkat ini, ternyata cukup banyak dampak riil yang bisa dirasakan secara langsung oleh para warga pendidikan. 

Berdasarkan data dari Mendikbudristek, disebutkan lebih dari 1,6 juta guru telah menggunakan Platform Merdeka Mengajar yang membuka akses pada pengembangan diri secara lebih mandiri dan sesuai kondisi.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved