Berita Kudus

Bangkitkan Ekonomi UMKM, Ketua DPRD Kudus Masan Minta Optimalisasi Anggaran Pasar Rakyat

Pemerintah Kabupaten Kudus mendapatkan Dana Insentif Daerah/DID kinerja tahun berjalan Tahun Anggaran 2022 sebesar Rp 10,4 miliar.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: Catur waskito Edy
Dok DPRD Kudus
Ketua DPRD Kabupaten Kudus, Masan bersama Bupati Kudus HM Hartopo membuka pelaksanaan kegiatan pasar rakyat di Lapangan Kedungdowo, Kecamatan Kaliwungu, Jumat (25/11/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Pemerintah Kabupaten Kudus mendapatkan Dana Insentif Daerah/DID kinerja tahun berjalan Tahun Anggaran 2022 sebesar Rp 10,4 miliar.

Dana tersebut digunakan untuk menunjang berbagai program kegiatan di bidang sosial senilai Rp 8,1 miliar, dan bidang koperasi, usaha kecil dan menengah senilai Rp 2,2 miliar.

Pemerintah setempat mengalokasikan Rp 5,2 miliar untuk mendukung pelaksanaan operasi pasar reguler dan pasar khusus yang berdampak dalam satu kabupaten.

Selain itu, juga dialokasikan anggaran untuk pelaksanaan pasar rakyat di 9 kecamatan. Besarannya tergantung atas pengajuan masing-masing kecamatan guna mendukung peningkatan efektivitas kegiatan pemberdayaan masyarakat Kabupaten Kudus. 

Ketua DPRD Kabupaten Kudus, Masan mengatakan, pasar rakyat yang berlangsung di 9 kecamatan dimaksudkan untuk membangkitkan ekonomi rakyat pasca pandemi covid-19. 

Kata dia, pasar rakyat diadakan untuk membantu masyarakat utamanya pelaku UMKM dalam mempercepat pemulihan ekonomi yang sempat terpuruk selama dua tahun terakhir.

Masan mengapresiasi antusiasme masyarakat yang ikut serta meramaikan pagelaran pasar rakyat. Dengan itu, perputaran roda ekonomi berjalan cepat untuk pemulihan Kabupaten Kudus lebih baik lagi. 

"Saya senang dengan masyarakat, mereka sangat antusias dengan adanya pasar rakyat ini, baik dari kalangan anak-anak, remaja, hingga dewasa. Mereka juga turut meramaikan dan melarisi dagangan UMKM," terangnya, Senin (28/11/2022).

Masan menegaskan, pagelaran pasar rakyat diharapkan bisa mendongkrak perekonomian di Kudus. Mengingat UMKM merupakan penopang utama perekonomian masyarakat di setiap daerah.

Dia mendorong kepada pihak terkait agar bisa mengoptimalkan anggaran yang ada untuk menunjang kegiatan-kegiatan pemulihan ekonomi daerah. 

"Harapannya, dengan pasar rakyat yang digelar di sembilan kecamatan di Kabupaten Kudus ini, mampu mendongkrak ekonomi daerah supaya bisa kembali pulih," harapnya.

Berdasarkan data yang diterima dari Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kudus, anggaran pasar rakyat di masing-masing kecamatan bervariasi. Berkisar di antara Rp 100 juta - Rp 200 juta perkecamatan. Beberapa pagelaran pasar rakyat sudah berjalan, seperti di Kecamatan Kaliwungu, Jati, dan kecamatan lainnya. (Sam)

Baca juga: Prediksi Skor Korea Selatan Vs Ghana Piala Dunia 2022, Peluang Menang Taeguk Warriors Tidak Banyak

Baca juga: Rumah Milik Warga Jumantono Karanganyar Ludes Terbakar, Lupa Matikan Tungku Saat Hendak Ambil BLT

Baca juga: Kandang Persijap Jepara Stadion GBK Kembali Dicek Kementerian PUPR

Baca juga: Hasil Akhir Skor 2-1 Portugal Vs Uruguay Piala Dunia 2022 Ronaldo Diprediksi Mulus ke Babak 16 Besar

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved