Berita Jakarta

Cegah Stunting Sambut Program Indonesia Emas 2045, Ketum LDII : Pencegahan Stunting Berkesinambungan

Pencegahan stunting harus dimulai dari hulu yaitu sejak pernikahan. Maka Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (BKKBN) Nopian

Istimewa
DPP LDII bekerja sama dengan Kementerian Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menggelar webinar Pencegahan Stunting dan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN), pada Sabtu (26/11). 

TRIBUNJATENG.COM -- Pencegahan stunting harus dimulai dari hulu yaitu sejak pernikahan. Maka Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (BKKBN) Nopian Andusti mengatakan, pemeriksaan kesehatan perlu dilakukan sejak dini yang ditindaklanjuti dengan pendampingan. 

"Stunting bukan penyakit tapi kondisi pertumbuhan pada anak-anak yang tidak memenuhi standar. Standar stunting perlu diturunkan," katanya.

Anak dengan stunting memiliki koneksi otak yang rendah dan volume otaknya berbeda. Kondisi stunting ini bisa terjadi sampai dewasa.

"Kualitas manusianya tentu jadi menurun seiring dengan naiknya grafik stunting," ujar Nopian.

Baru-baru ini DPP LDII bekerja sama dengan Kementerian Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menggelar webinar Pencegahan Stunting dan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN), pada Sabtu (26/11).

Kegiatan tersebut merupakan wujud dukungan LDII kepada program pemerintah, untuk pembangunan berkelanjutan. Acara digelar secara hybrid dari Pondok Pesantren Minhajurrosyidin, Jakarta Timur.

Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso mengatakan, webinar ini merupakan tindak lanjut edukasi, yang utamanya ditujukan kepada para calon ibu, untuk pengenalan pencegahan stunting. Sekaligus mendukung dan siap berpartisipasi dalam program pemerintah.

"Ini merupakan upaya pencegahan stunting jangka panjang serta berkesinambungan," ujarnya.

Ia berharap warga LDII terutama para pengurus, dapat berperan aktif hingga ke lingkup akar rumput mencegah stunting.

"Sehingga target penurunan angka prevalensi stunting sebesar 14,4 persen dapat tercapai, juga mencetak individu yang unggul untuk Generasi Emas 2045," ujar KH Chriswanto.

Sementara itu di tempat yang sama, aktivitas lainnya terkait acara tersebut adalah kegiatan mewarnai yang diikuti para siswa TK/RA binaan LDII, sosialisasi pengolahan ikan yang diikuti para guru pondok pesantren, serta Bimtek pembiayaan UMKM untuk usaha produk perikanan yang diikuti para mahasiswa STAIMI. 

Cegah Stunting Sejak Sebelum Menikah

Pencegahan stunting dimulai dari hulu adalah sejak pernikahan. Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (BKKBN) Nopian Andusti mengatakan, pemeriksaan kesehatan perlu dilakukan sejak dini yang ditindaklanjuti dengan pendampingan. 

"Stunting bukan penyakit tapi kondisi pertumbuhan pada anak-anak yang tidak memenuhi standar. Standar stunting perlu diturunkan," katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved