Berita Nasional

Update Utang Pemerintah Kini Tembus Rp 7.496 Triliun, Berikut Perkembangannya Sejak 2014

Dikutip dari laman APBN KiTa Kementerian Keuangan terbaru atau per 31 Oktober 2022, utang pemerintah sudah menembus Rp 7.496,7 triliun

Editor: muslimah
KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO
Presiden RI Joko Widodo menghadiri acara Gerakan Nusantara Bersatu di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (26/11/2022) 

TRIBUNJATENG.COM - Dulu saat masa kampanye, Tim kampanye Jokowi melontarkan wacana upaya mengurangi utang pemerintah.

Namun jumlah utang di era Jokowi justru dikabarkan terus mengalami peningkatan.

Diberitakan Kompas.com, utang pemerintah di era Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali membengkak.

Dikutip dari laman APBN KiTa Kementerian Keuangan terbaru atau per 31 Oktober 2022, utang pemerintah sudah menembus Rp 7.496,7 triliun.

Baca juga: 2 Kali Sebut Pemimpin Berambut Putih, Ini Pengarahan Lengkap Jokowi ke Relawan

Baca juga: 5 Mahluk yang Muncul di Menjelang Hari Kiamat, Juru Penyelamat Yahudi Salah Satunya?

Utang tersebut bertambah cukup signifikan.

Sejak awal tahun 2022, utang pemerintah di era Presiden Jokowi terus mencatat rekor, dengan menembus Rp 7.000 triliun dan terus mengalami kenaikan signifikan dari waktu ke waktu.

Sebagai contoh, pada akhir tahun 2014 atau saat transisi pemerintahan dari Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono ke Jokowi, utang pemerintah tercatat sebesar Rp 2.608,78 triliun.

Artinya, sejak menjabat di awal periode pertama Presiden Jokowi hingga sekarang, utang pemerintah sudah mengalami kenaikan lebih dua kali lipatnya.

Sementara apabila dibandingkan posisi utang pemerintah pada sebulan sebelumnya atau per 30 September 2022, utang pemerintah berada di level Rp 7.420,47 triliun.

Selain itu, utang pemerintah tersebut juga terus mencatatkan rekor baru tertinggi.

Dengan bertambahnya utang pemerintah, rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) juga mengalami naik turun.

Pada akhir Oktober 2022, rasio utang terhadap PDB adalah 38,36 persen.

Sesuai Undang-undang Keuangan Negara, rasio utang terhadap PDB yang harus dijaga dan tidak boleh melebihi batas, yakni tidak boleh lebih dari 60 persen.

Saat ini, Rasio utang Indonesia terhadap PDB berada di kisaran 40 persen yang diklaim pemerintah masih dalam batas wajar dan aman.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved