Kriminal Hari Ini

Begini Nasib Kusairi, Penipu Ngaku Jadi Wadir Pertamina, Warga Cepu Blora Ditawari Pekerjaan

Kusairi mengaku Wakil Direktur PT Pertamina dan menawarkan pekerjaan sebagai karyawan Pertamina dengan meminta uang Rp 2,5 juta hingga Rp 8,5 juta.

Penulis: ahmad mustakim | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/AHMAD MUSTAKIM
ILUSTRASI kantor Pengadilan Negeri Blora. 

TRIBUNJATENG.COM, BLORA - Kasus penipuan yang menyeret Kusairi alias Agus telah memasuki tahap pembacaan tuntutan pada 23 November 2022.

Pria yang mengaku sebagai Wakil Direktur PT Pertamina itu dituntut penjara selama 1 tahun 8 bulan.

Ketua Pengadilan Negeri Blora, Aslan Ainin menyebut, persidangan yang berjalan di PN Blora hingga saat ini masih dilaksanakan secara daring.

Baca juga: UMK Blora 2023 Naik di Atas Rp 100 Ribu, Ini Respons Buruh dan Pengusaha

"Yang bersangkutan (Kusairi alias Agus, Red) dituntut 1 tahun 8 bulan penjara."

"Untuk putusannya dilakukan pekan depan," ucap Aslan kepada Tribunjateng.com, Selasa (29/11/2022).

Kapolsek Cepu, AKP Agus Budiana menjelaskan, tersangka bernama Kusairi itu berasal dari Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Pada saat kejadian, Kusairi tinggal kos di Kampung Sidorejo, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora.

Saat menjalankan aksinya, Kusairi mengaku sebagai Wakil Direktur PT Pertamina dan menawarkan pekerjaan sebagai karyawan Pertamina dengan meminta uang Rp 2,5 juta hingga Rp 8,5 juta.

Uang itu dijadikan sebagai persyaratan masuk untuk menjadi karyawan Pertamina.

Baca juga: Naik 7,14 persen, UMK Blora Kini Jadi Rp 2.040.080

"Tersangka mengaku sebagai Agus dengan jabatan Wakil Direktur Pertamina," ungkap AKP Agus Budiana kepada Tribunjateng.com, Selasa (29/11/2022).

Diberitakan sebelumnya, pelaku ditangkap oleh Unit Reskrim Polsek Cepu saat berada di warung mie ayam dan bakso di Jalan Raya Cepu-Randublatung.

AKP Budiana menuturkan, Kusairi mengaku telah beberapa kali melakukan tindak pidana penipuan.

Selain di wilayah Kecamatan Cepu, tersangka juga telah melakukan aksi serupa di Kabupaten Grobogan dan Kalimantan Selatan.

"Yang ada di Cepu ada 1 korban atas nama Siswanto mengalami kerugian Rp 5 juta," beber AKP Agus Budiana.

Baca juga: Bicara Kesehatan, Blora Ternyata Masih Kekurangan Dokter Sekitar 50 Persen

Kapolsek Cepu itu menyebutkan, korban di wilayah kabupaten Grobogan ada 47 orang.

Sedangkan di Kalimantan Selatan ada 10 orang.

Modus yang digunakan sama, yaitu mengiming-imingi warga untuk dijadikan karyawan Pertamina dan mengaku sebagai Wadir.

Jumlah keseluruhan kerugian korban ditaksir mencapai Rp 400 juta.

Pihaknya pun telah menyta barang bukti berupa baju warna putih dengan papan nama tertulis Agus sebagai Wakil Direktur, papan nama bertuliskan Pertamina, serta satu sepeda motor. (*)

Baca juga: Penentuan Upah Minimum 2023 Kota Semarang Masih Alot, Buruh Ngotot Naik 13 Persen, Apindo Menolak

Baca juga: DBHCHT Wonosobo Tahun Ini Tembus Rp 20 Miliar, Digunakan Buat Apa Saja?

Baca juga: Penipu Arisan Online Catut Nama Kapolda Jateng, Banyak Warga Kota Semarang Jadi Korban

Baca juga: UMK 2023 Solo Diumumkan Besok Rabu, Gibran: Angka Sudah Ada, Dipastikan Naik

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved