Berita Demak

Bincang Bullying Ala Mahasiswa Nusantara di Koruki Demak

Sebanyak 23 mahasiswa dari berbagai kampus di Indonesia menyambangi Koruki.

Penulis: Tito Isna Utama | Editor: sujarwo
Istimewa
Suasana diskusi para mahasiswa saat berapa di Koruki. 

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Sebanyak 23 mahasiswa dari berbagai kampus di Indonesia  menyambangi Komunitas Rumah Kita (Koruki) di Desa Karangsari, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak, Senin (28/11/2022). 

Para mahasiswa yang terlibat dalam Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) yang dibimbing oleh Dosen Modul Nusantara, Diah Nugraheni dari Universitas PGRI Semarang tengah melaksanakan refleksi bersama dengan Koruki yakni komunitas yang concern terhadap permasalahan di masyarakat. 

Tema yang diangkat dalam refleksi kolaborasi antara Upgris, PWI Demak dan Koruki adalah 'Suara Mahasiswa tentang Bullying'. 

Para mahasiswa terlihat antusias mengikuti paparan materi yang disampaikan oleh narasumber Kusfitria Marstyasih, Fasilitator Nasional Roots ( Anti Bullying). 

Beberapa mahasiswa menceritakan pengalaman pribadi terkait perilaku bullying yang mereka alami maupun mereka lakukan. 

Suasana diskusi para mahasiswa saat berapa di Koruki.
Suasana diskusi para mahasiswa saat berapa di Koruki. (Istimewa)

Kegiatan mahasiswa bersama dengan Koruki ini merupakan refleksi, yakni satu dari 4 komponen wajib yang ada Modul Nusantara. 

Seperti diketahui Modul Nusantara bersifat wajib untuk program PMM 2 dan tercakup pada komposisi SKS dan akan dibantu pelaksanaannya oleh Dosen Pembimbing Modul Nusantara bersama Liaison Officer (LO/Mentor).

Tujuan dari Modul Nusantara ini adalah untuk memberikan pemahaman komprehensif tentang kebinekaan, wawasan kebangsaan dan cinta tanah air yang meliputi empat jenis kegiatan, yaitu pertukaran kebudayaan, inspirasi, refleksi, dan kontribusi sosial.

"Para mahasiswa PMM melaksanakan kegiatan di lapangan biasanya Sabtu dan Minggu. Untuk hari Senin-Jumat mereka mengikuti perkuliahan di Upgris sesuai jurusan masing-masing. Nantinya ketika kembali ke kampus asal kuliah yang sudah diikuti mereka selama di UPGRIS akan dikonversi," kata Diah Nugraheni. 

Salah satu ciri khas dari program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) 2 adalah adanya Modul Nusantara. 

Modul Nusantara adalah kegiatan non-akademik yang meliputi Kebhinekaan, inspirasi, refleksi dan kontribusi sosial.

Perbincangan tentang bullying di lingkungan kampus menjadi sebuah refleksi bagi para mahasiswa dengan cara mendiskusikan bentuk-bentuk perilaku bullying di lingkungan kampus dan juga bagaimana para mahasiswa ini menyikapinya. 

"Tidak semua orang yang menjadi korban bullying memiliki motivasi diri untuk bangkit dan berkembang. Maka kita yang terdekat punya kewajiban untuk bergandeng tangan membangun kembali rasa percaya diri seseorang agar menjadi manusia seutuhnya yang memahami dan bisa mengembangkan potensinya," pesan Kusfitria kepada para mahasiswa PMM UPGRIS. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved