Breaking News:

Berita Semarang

Kadin Jateng Dorong Penggunaan Teknologi dan Digitalisasi Nelayan

Kadin Provinsi Jawa Tengah mendorong penggunaan teknologi dan digitalisasi bagi para nelayan penangkap ikan di Jawa Tengah.

Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: m nur huda
Tribun Jateng/Idayatul Rohmah
Focus Group Discussion (FGD) Kadin Jateng bersama DPRD Jawa Tengah di salah satu hotel Kota Semarang, Senin (28/11/2022). Kegiatan itu juga melibatkan dinas terkait, perwakilan dari persatuan nelayan, dan akademisi. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kamar Dagang Industri (Kadin) Provinsi Jawa Tengah mendorong penggunaan teknologi dan digitalisasi bagi para nelayan penangkap ikan di Jawa Tengah.

Hal itu agar hasil tangkapan ikan tersebut bisa optimal seiring dengan angka penurunan yang terjadi dari tahun ke tahun.

"Hasil tangkapan ikan cenderung menurun dari tahun ke tahun, salah satu penyebabnya adalah berkurangnya kapal besar yang melakukan bongkaran hasil tangkapan pelabuhan di Jawa Tengah

Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan nomor 58 tahun 2020 yang agak merugikan atau mempersulit kapal besar dan nelayan perlu peningkatan akses terhadap teknologi penangkap ikan supaya hasil tangkapan lebih menguntungkan," kata Koordinator WKU Bidang Maritim, Investasi & Luar Negeri Kadin Jateng, Edward Sofiananda saat Focus Group Discussion (FGD) bersama DPRD Jawa Tengah di salah satu hotel Kota Semarang, Senin (28/11/2022).

Kegiatan itu juga melibatkan dinas terkait, perwakilan dari persatuan nelayan, dan akademisi.

Edward mengatakan, melalui FGD ini diharapkan potensi sumber daya perikanan dapat tereksplorasi dengan baik.

Yakni dengan memperhitungkan cara pengaturan jumlah tangkapan, jumlah alat tangkap yang beroperasi saat penangkapan, hingga ukuran ikan ataupun udang yang akan ditangkap. 

"Bila hasil tangkapan ikan sesuai yang diharapkan, maka akan mempunyai kontribusi besar terhadap perekonomian di Jateng," tambahnya.


Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah Sukirman di sisi itu menyebutkan, ada sejumlah persoalan dihadapi para nelayan Jawa Tengah yang membuat mereka masih kesulitan mengembangkan perekonomiannya.


Menurutnya, minimnya pemanfaatan teknologi menjadi satu di antara permasalahan tersebut sehingga perlu untuk didorong.


"Banyak persoalan yang kemudian kami akomodir di dalam Perda itu. Harapan termasuk digitalisasi dan seterusnya ini mendapat perhatian pemerintah yang serius.

Anggaran dari APBD sangat mungkin, tapi tentu saja bertahap karena banyak program yang juga kami sudah arahkan ke nelayan seperti subsidi BBM dan tinggal penggunaan fasilitas (teknologi) melalui aplikasi ini yang memang harus jadi prioritas," imbuhnya.

Kegiatan diskusi mengangkat tema "Strategi Penggunaan Teknologi dan Digitalisasi pada Nelayan Penangkap Ikan di Jawa Tengah".

Turut hadir paparan materi dalam diskusi itu yakni Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jateng Fendiawan Tiskiantoro, Ketua DPD Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Jateng Rismanto, Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Undip Aristi Dian Purnama Fitri, dan Ketua DPW Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Jateng Slamet Ari Nugroho. (idy)

 

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved