Berita Pati

KPU Pati Verifikasi Ulang Keanggotaan Empat Parpol, Warga Ngagel Ngaku Dicatut Jadi Anggota PKN

KPU Pati lakukan verifikasi faktual perbaikan administrasi keanggotaan empat parpol.

Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: sujarwo
Istimewa
Insyiah, warga RT 1 RW 7 Dukuh Penggung, Desa Ngagel, Kecamatan Dukuhseti, saat menerima petugas KPU Pati yang melakukan verifikasi faktual perbaikan administrasi keanggotaan, Selasa (29/11/2022). 

TRIBUNMURIA.COM, PATI - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pati melakukan verifikasi faktual perbaikan administrasi keanggotaan empat partai politik calon peserta Pemilu 2024. 

Empat parpol yang harus diverifikasi ulang untuk perbaikan administrasi keanggotaan di Kabupaten Pati ialah Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), Partai Garda Perubahan Indonesia (Garuda), dan Partai Buruh.

"Kami berkunjung ke sampel yang sudah ditentukan untuk melakukan proses verifikasi faktual perbaikan administrasi keanggotaan. Jadi di Kabupaten Pati ada empat parpol yang melalui tahap ini setelah pada tahapan verifikasi sebelumnya dinyatakan belum memenuhi syarat keanggotaan," kata Ketua KPU Pati Imbang Setiawan di Desa Ngagel, Kecamatan Dukuhseti, Selasa (29/11/2022). 

Dalam rapat pleno di KPU Pati yang digelar awal November 2022, empat parpol yang belum memenuhi syarat keanggotaan ini masih diberi kesempatan untuk melakukan perbaikan data keanggotaan yang dilaporkan melalui aplikasi Sipol.

"Setelah perbaikan data keanggotaan, KPU RI kemudian mengirimkan jumlah sampel anggota parpol yang harus diverifikasi faktual ulang di tingkat daerah. Tahapan ini berlangsung mulai 27 November hingga 4 Desember 2022. Prosedurnya seperti yang sedang kami laksanakan saat ini," papar Imbang.

Dalam tahapan ini, jumlah sampel yang harus didata ulang tidak sama di tiap parpol.

Di PKN ada sebanyak 316 orang anggota, Hanura 293 orang, Partai Garuda 316 orang, dan Partai Buruh 311 orang.

"Total ada 1.236 orang yang harus kami verifikasi dalam tahapan ini. Kami mengerahkan lima tim verifikasi untuk tahapan ini. Mereka disebar di tiap kecamatan untuk mempercepat proses. Mereka datang langsung ke rumah para anggota parpol tersebut untuk mencermati data KTP dan Kartu Tanda Anggota (KTA) parpol," ujar dia.

Dari hasil verifikasi, akan diketahui apakah warga yang ada di dalam daftar sampel tersebut memenuhi syarat (MS), belum memenuhi syarat (BMS), atau tidak memenuhi syarat (TMS). 

"Jika nantinya belum memenuhi syarat, anggota yang hendak diverifikasi bisa difasilitasi parpol untuk dikumpulkan dalam satu tempat. Namun jika tidak bisa hadir, maka verifikator dari KPU dapat menghubungi melalui layanan video call," tandas dia.

Insyiah, warga RT 1 RW 7 Dukuh Penggung, Desa Ngagel, saat diverifikasi mengaku bukan anggota Partai Kebangkitan Nasional (PKN) sebagaimana tercantum dalam data keanggotaan mereka.

Karena itu, perempuan yang berprofesi sebagai pedagang bumbu dapur ini menandatangani pernyataan bahwa ia bukan anggota salah satu parpol. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved