Berita Solo

Bagus Bangga Flyover Purwosari Solo Paling Instagramable: Dulu sini macet plus angker

Palang pintu perlintasan kereta api di Purwosari, Kota Solo, Jawa Tengah, cukup tersohor wilayah paling macet serta rawan kecelakaan.

Penulis: Daniel Ari Purnomo | Editor: rival al manaf
ist/Kementerian PUPR
Warna-warni lampu LED Flex dot menghiasi Flyover Purwosari saat malam hari. 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Palang pintu perlintasan kereta api di Purwosari, Kota Solo, Jawa Tengah, cukup tersohor wilayah paling macet serta rawan kecelakaan.

Mengapa demikian? Sebelum melintas rel ada pertigaan Kerten dan perempatan Purwosari yang menyumbang ketersendatan arus kendaraan.

Kondisi kemacetan bisa lebih parah saat kereta api melintas. Padahal, jadwal kereta yang melintas terbilang cukup ramai.

Tiap kali palang kereta api ditutup, pasti terjadi kemacetan kurang lebih 300 meter di kedua arah, Solo dan Kartasura.

Baca juga: Ribuan Personel Gabungan TNI-Polri Akan Diterjunkan dalam Pesta Pernikahan Kaesan-Erina di Solo

Baca juga: UMK 2023 Solo Diumumkan Besok Rabu, Gibran: Angka Sudah Ada, Dipastikan Naik

Selain biang macet, palang pintu perlintasan kereta api di Purwosari kerap menimbulkan kecelakaan. Hal ini disebabkan rel kereta api yang tidak tegak lurus sejajar jalan raya. Tetapi membentuk sudut 41 derajat.

Saking tingginya angka kecelakaan di wilayah itu, warga setempat melabeli Purwosari sebagai kawasan angker.

"Kelingan mbiyen kene macet plus angker, pendak byar ono wae wong mati ketabrak sepur. Mbuh kui nglalu, utowo nasib (Teringat dulu sini macet dan angker, sering saja ada orang meninggal tertabrak kereta api. Entah itu bunuh diri atau sudah nasib)," kata sekuriti parkir setempat, Bagus Aji (35), saat ditemui Tribun Jateng, Jumat (25/11/2022) malam.

Tidak sedikit cerita horor seputar Purwosari. Sebut saja isu penampakan Memedi Gembung Tanpo Sirah, Biyung Tulung, Gundul Pringis, Tek-Tekan dan sebagainya.

Pun ada cerita horor bahwasanya korban yang melintasi rel seakan tak fokus. Ada isu korban mendadak mengantuk ketika melintasi rel.

Bagus Aji menuturkan kentalnya persepsi masyarakat soal keangkeran Purwosari membuat para pencari nomor berdatangan. Mereka mencari peruntungan tebak angka judi capjikia, togel dan sebagainya.

Kebanyakan pencari nomor mencatat berdasar identitas 4 digit plat kendaraan terlibat kecelakaan. Selain itu, ada yang menggunakan nomor sesuai waktu kejadian kecelakaan berdasar jam pun tanggal.

"Saya sampai niteni pendak malam Jumat dan Selasa Kliwon pasti ada yang masang ubo rampe bunga dan sajen di dekat palang. Katanya sebagai syarat aja biar tak banyak korban jiwa," ungkapnya.

Pembangunan Flyover Purwosari, menurut Bagus, menimbulkan banyak manfaat. Kesan angker kini memudar seiring jarang terjadi kecelakaan kereta api. Bisa dibilang Zero Accident.

Selanjutnya, jarang terjadi kemacetan lalu lintas, kecuali hari dan jam tertentu. Titik kemacetan di simpang Solo View. Terdapat titik putar balik kendaraan dari Kartasura (arah barat).

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved