Berita Nasional

Komisi I Siap Fit and Propet Test Yudo Margono Calon Panglima TNI

Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi mengajukan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono sebagai calon Panglima TNI yang baru.

Editor: m nur huda
Tribunnews
KSAL Laksamana Yudo Margono diajukan menjadi calon tunggal Panglima TNI menggantikan Jenderal Andika Perkasa. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi mengajukan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono sebagai calon Panglima TNI yang baru.

Tentu, hal ini mengingat bahwa Jenderal Andika Perkasa akan memasuki masa pensiun pada 21 Desember 2022, mendatang.

Surat berisi nama Yudo Margono diserahkan langsung oleh Menteri Sekretariat Negara (Mensesneg) Pratikno kepada Ketua DPR RI untuk dibahas di Komisi I DPR dan akan kembali diserahkan ke Presiden Jokowi.

Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid pun menjelaskan, soal prosedur pelaksanaan uji kepatutan dan kelayakan atau fit and proper test calon Panglima TNI, yakni Laksamana TNI Yudo Margono.

Meutya mengatakan, Komisi I DPR RI baru akan melaksanakan fit and proper test calon Panglima TNI Laksamana Yudo Margono setelah Pimpinan DPR RI melaksanakan Rapim.

Dan selanjutnya Badan Musyawarah (Bamus) DPR RI menugaskan Komisi I DPR RI untuk menggelar fit and proper test.

Penugasan dari Bamus tersebut, kata Meutya, menjadi dasar bagi Komisi I DPR untuk menggelar fit and proper test calon Panglima TNI.

Untuk itu, ia meminta kepada masyarakat untuk tetap bersabar.

"Karena itu kami akan menunggu Bamus dan segera setelah Bamus menugaskan Komisi I, Insya Allah Komisi I siap untuk segera mengadakan fit and proper test calon Panglima TNI," kata Selasa (29/11).

Meutya mengatakan, sesuai Undang-Undang DPR RI memiliki waktu 20 hari untuk menjawab Surpres terkait Panglima TNI tersebut.

Artinya, kata dia, masih cukup waktu untuk melakukan fit and proper test sebelum berakhir masa sidang yaitu pada tanggal 15 atau 16 Desember.

"Artinya kalau ditanya kapan rentang waktunya? Ya dari hari ini sampai 15 Desember fit and proper test itu masih mungkin dilakukan," terang Meutya.

"Batas akhirnya sebetulnya pensiunnya Pak Jenderal Andika adalah sebetulnya di 31 Desember. Tapi karena kita akan menutup masa sidang di 15 atau 16 Desember maka DPR akan menyelesaikannya sebelum tanggal 15 Desember," sambungnya.

Meutya juga menjelaskan, meski Komisi I belum menggelar rapat internal, kemungkinan Komisi I DPR RI akan melakukan verifikasi faktual dengan mengunjungi rumah Yudo setelah fit and proper test digelar.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved