Berita Semarang

Tingkatkan Profesionalisme, KONI Kota Semarang Gelar Bimtek Penatausahaan Keuangan

KONI Kota Semarang menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penatausahaan Keuangan.

Tribun Jateng/Franciskus Ariel Setiaputra
Kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penatausahaan Keuangan yang digelar KONI Kota Semarang di Legacy Hall Hotel Plampitan Semarang, Rabu (30/11/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - KONI Kota Semarang menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penatausahaan Keuangan yang juga turut dihadiri pada pengurus cabang olahraga di Legacy Hall Hotel Plampitan Semarang, Rabu (30/11/2022).

KONI Kota Semarang meyakini, kegiatan Bimtek ini sebagai pondasi organisasi yang profesional.

Agenda ini juga digelar setelah Kota Semarang memastikan akan mengirim 750 atlet ke Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng 2023 mendatang.

Jumlah ini melebihi membuat atlet-atlet yang dikirim bukan hanya dari atlet yang telah masuk dalam Program Semarang Emas (PSE), melainkan atlet non PSE menunjukkan kualitasnya dengan mampu lolos ke Porprov tahun depan.

Lolosnya 750 atlet Kota Semarang ke Porprov 2023, salah satunya berkat pengelolaan organisasi yang baik.

Kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penatausahaan Keuangan yang digelar KONI Kota Semarang di Legacy Hall Hotel Plampitan Semarang, Rabu (30/11/2022).
Kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penatausahaan Keuangan yang digelar KONI Kota Semarang di Legacy Hall Hotel Plampitan Semarang, Rabu (30/11/2022). (Tribun Jateng/Franciskus Ariel Setiaputra)

Ketua Umum KONI Kota Semarang Arnaz Agung Andrarasmara menyebut, profesionalisme dalam pengelolaan tata usaha dan keuangan menjadikan para atlet lebih fokus saat bertanding.

“Bayangkan kalau organisasinya tidak professional, bagaimana para atlet bisa concern bertanding. Prestasi atlet selaras sejajar dengan pengelolaan organisasi yang akuntabel,” terangnya di sela kegiatan Bimtek, Rabu siang.

Karenanya, semua organisasi olahraga baik KONI maupun Pengkot/Askot harus melakukan perencanaan yang matang.

Baik dalam menggelar kejuaraan maupun mengirimkan atlet atau juga pengadaan peralatan.

Setelah itu, efisiensi anggaran juga perlu dilakukan dengan melakukan skala prioritas.

“KONI Kota Semarang berhasil melakukan efisiensi sehingga kami dapat meningkatkan jumlah maupun nominal atlet PSE, termasuk memberikan asuransi untuk atlet,” imbuhnya.

Arnaz mengharapkan, para pengurus IOCO juga melakukan perencanaan strategis (renstra) sebagai arah program pelatihan dan pengembangan atlet ke depan.

“Ini perlu sebagai salah satu langkah pengendalian dan monev anggaran serta program kerja,” tandas Ketua Kadin Kota Semarang ini.

Kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penatausahaan Keuangan yang digelar KONI Kota Semarang di Legacy Hall Hotel Plampitan Semarang, Rabu (30/11/2022).
Kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penatausahaan Keuangan yang digelar KONI Kota Semarang di Legacy Hall Hotel Plampitan Semarang, Rabu (30/11/2022). (Tribun Jateng/Franciskus Ariel Setiaputra)

Ia berharap, ke depan para pengurus IOCO tidak lagi menemui kesulitan saat melakukan SPJ.
Dengan sistem pelaporan yang valid dan akuntabel, ia optimis profesionalisme dalam pengelolaan olahraga di Kota Semarang akan tercapai.

Begitu pula dengan prestasi atlet juga akan terwujud seiring kebanggaan yang dihadirkan bagi Kota Semarang.

Sekum KONI Kota Semarang, Teguh Setyono menambahkan Bintek Penatausahaan Keuangan ini bermaksud meningkatkan literasi keuangan sistem pelaporan yang baik bagi IOCO.

“Kami tentu tidak ingin melihat para pengurus IOCO bolak-balik ke KONI untuk konsultasi bersama Tim Satgas. Bintek ini mengajarkan semuanya terkait pelaporan keuangan,” pungkasnya. (*)

 

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved