Berita Ungaran
Bupati Ngesti Beri Bantuan Bagi Pelajar dari Tingkat SD hingga Kuliah
Bupati Ngesti membeberkan upaya dan bantuannya untuk memajukan sektor pendidikan.
Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: sujarwo
TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Bupati Semarang, Ngesti Nugraha membeberkan upaya dan bantuannya untuk memajukan sektor pendidikan di wilayah yang dipimpinnya, Kabupaten Semarang.
Satu di antaranya yaitu pemberian bantuan beasiswa bagi ribuan pelajar dari jenjang SD hingga mahasiswa di tingkat perguruan tinggi.
Orang nomor wahid di Kabupaten Semarang beranggapan, pemberian bantuan itu merupakan salah satu bentuk upaya untuk mendukung sumber daya manusia (SDM) yang unggul ke depannya.
Di tingkat SD, MI baik negeri maupun swasta, Ngesti memberikan bantuan kepada 3.000 siswa-siswi yang masing-masing mendapatkan Rp 300 ribu.
Sedangkan untuk tingkat SMP, MTs baik negeri maupun swasta, bupati memberikan kepada 1.500 murid sebanyak masing-masing Rp 750 ribu.
“Untuk tingkat SMA, pelajar warga Kabupaten Semarang, meskipun masih 300 anak, kami beri bantuan masing-masing Rp 1 juta.
Sementara bagi yang kuliah, sebanyak 250 mahasiswa asal Kabupaten Semarang kami bantu Rp 3 juta,” ungkapnya kepada Tribunjateng.com, Sabtu (12/11/2022).
Total anggaran yang dikucurkan untuk bantuan tersebut sendiri senilai Rp 3,6 miliar.
Bupati Ngesti sendiri sempat merasa prihatin kepada anak-anak yang masih belum menjalani aktivitas di sekolahan, atau bisa dikatakan tidak bersekolah.
Padahal, anak-anak tersebut masih dalam usia sekolah di mana seharusnya mereka belajar.
Untuk itu dalam upayanya, Ngesti berupaya mendata dan menemui anak-anak yang putus sekolah.
“SD dan SMP yang menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang ini kan gratis,” imbuhnya.
Dengan digratiskannya biaya sekolah oleh Pemkab Semarang, Ngesti berharap bahwa bantuan-bantuan atau beasiswa yang dia berikan bisa digunakan untuk membeli peralatan tulis menulis dan keperluan sekolah lainnya.
Selain upaya peningkatan SDM, Ngesti juga tengah berupaya memperbaiki sarana dan prasarana (sarpras) di sekolahan-sekolahan yang menjadi kewenangannya.
“Kemudian kaitannya dengan sarpras, secara bertahap, kita mulai membenahi dan melengkapi,” pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/bupati-ngesti-foto-bareng1.jpg)