Berita Semarang

Inflasi Kota Semarang Urutan Tiga Besar Terendah Pulau Jawa, November di Angka 0,13 Persen

Jika dibandingkan dengan inflasi di lima ibu kota provinsi yang ada di Pulau Jawa, Kota Semarang masuk urutan 3 besar dengan inflasi terendah.

Penulis: budi susanto | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Kepala BPS Kota Semarang, Fachruddin Tri Ubajani. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - BPS mencatat Inflasi di Kota Semarang pada November 2022 mencapai 0,13 persen.

Jika dibandingkan dengan inflasi di lima ibu kota provinsi yang ada di Pulau Jawa, Kota Semarang masuk urutan 3 besar dengan inflasi terendah.

Catatan BPS, DKI Jakarta mengalami inflasi pada November sebesar 0,5 persen, Bandung 0,12 dan disusul Kota Semarang dengan 0,13 persen.

Lalu Serang dengan besaran inflasi mencapai 0,21 persen, Surabaya yang mengalami inflasi 0,30, dan Yogyakarta dengan inflasi 0,32 persen.

Baca juga: Sebanyak 10-15 Calon Jamaah Haji Asal Kota Semarang Ajukan Pengunduran Diri Tiap Bulannya

Sementara tingkat inflasi tahunan di Kota Semarang di angka 5,15 persen dan masih menempati posisi ke tiga dari enam ibu kota provinsi di Pulau Jawa.

Menurut Kepala BPS Kota Semarang, Fachruddin Tri Ubajani, inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya seluruh indeks kelompok pengeluaran.

Kontribusi Kelompok pengeluaran rekreasi, olahraga, dan budaya terhadap inflasi Kota Semarang pada November paling besar dengan 0,98 persen.

Selain itu disusul kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,42 persen dan kelompok transportasi 0,33 persen.

Baca juga: Kepala BHP Semarang Ikuti Rapat Konsinyasi Penyusunan Target dan Pokok-Pokok Kebijakan PNBP

"Kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,30 persen."

"Lalu kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,28 persen," katanya kepada Tribunjateng.com, Kamis (1/12/2022).

Selain itu, kelompok kesehatan juga berkontribusi dalam inflasi pada November sebesar 0,16 persen.

Disusul kelompok penyediaan makanan dan minuman sebesar 0,05 persen dan kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,03 persen. 

Sedangkan kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga mengalami deflasi sebesar minus 0,20 persen.

"Kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan juga mengalami deflasi sebesar minus 0,09 persen," terangnya.

Baca juga: Pemkot Semarang Raih Penghargaan Terbaik Pembangunan Berkelanjutan dan Smart Economy

Ditambahkannya, pada November 2022, Jateng juga mengalami inflasi sebesar 0,15 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 112,81. 

Inflasi tertinggi terjadi di Kota Purwokerto sebesar 0,31 persen dengan IHK 113,54.

Lalu diikuti Kota Tegal sebesar 0,21 persen dengan IHK sebesar 114,00.

Kemudian Cilacap sebesar 0,20 persen dengan IHK 112,77, Kota Semarang dan Kudus sama-sama mengalami inflasi sebesar 0,13 persen.

"IHK Kota Semarang 112,35 dan IHK Kudus sebesar 112,67 dan inflasi terendah pada November terjadi di Surakarta sebesar 0,11 persen dengan IHK 114,32," tambahnya. (*)

Baca juga: Cara Rutan Salatiga Latih Kemandirian Warga Binaan, Pendamping: Kelak Jadi Bekal Saat Bebas

Baca juga: 126 PNS Pemkab Wonosobo Purna Tugas Awal 2023, Bupati Afif: Teruslah Mengabdi Kepada Masyarakat

Baca juga: Cita-cita Kembangkan Kampung Bahasa Berbasis Pesantren di Wonosobo, Rintisannya Ponpes Rohmatul Umat

Baca juga: Doa Terbaik Stefano Cugurra Kepada Spaso, Pemain Pengganti Dimas Drajat Jelang Piala AFF 2022

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved